PIE MaKRO
•Ruang lingkup Analisis Makro ekonomi
-Ilmu ekonomi : suatu studi mengenai bagaimana orang2 dan masyarakat membuat pilihan dengan atau tanpa uang dengan menggunakan sumberdaya yang terbatas tapi dapat digunakan berbagai cara untuk menghasilkan barang dan mendistribusikannya pada konsumen
-Teori ekonomi : pandangan2 yang menggambarkan sifat dan hubungan yang terjadi dalam kegiatan ekonomi dan membuat ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan mempengaruhinya.
•Perubahan dari Ekonomi MIkro ke Ekonomi Makro
-Ilmu E. Makro : ilmu ekonomi yang mempelajari secara agregat seperti pendapatan nasional, kesempatan kerja, dan harga2 komoditi dilihat secara keseluruhan.
-Analisisanya biasanya lebih global dan menyeluruh
-Ilmu E. Mikro : ilmu yang mempelajari mengenai perilaku ekonomi individu, seperti konsumen, pemilik, sumberdaya, dan perusahaan dalam perekonomian bebas.
-Analisanya meliputi bagian bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
•Asal Mulanya Perkembangan analisis Makro ekonomi
Teori ini menerangkan bagaimana suatu faktor2 produksi yang terbatas tapi mempunyai keinginan memperoleh barang dan jasa yang tidak terbatas, membuat pilihan2 dalam memproduksi dan mngkonsumsi barang dan jasa sehingga kepuasan dan kesejahteraan yang dicapai maksimum
-Teori Classic
Zaman Adam Smth (1776) : mempelopori pemikiran sistem perekonomian liberal. Dalam pemikiran kaum klasik bahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan berkembang apabila perekonomian diserahkan kepada pasar. Peran pemerintah terbatas kepada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan infrastruktur.
-Teori Modern
JHon Maynard Keynes (1936) : bagaimana pemerintah bisa mempengaruhi permintaan agregat (dengan demikian, mempengaruhi situasi makro), agar mendekati posisi “Full Employment”-nya.
. penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang kuat selalu dicapai.
. pemakaian masyarakat dan barang jasa adalah factor utama yang menentukan kegiatan ekonomi suatu Negara
. dalam sisitem pasar bebas penggunaan tenaga kerja penuh tidak selalu tercipta dan perlu usaha dan kebijakan pemerintah untuk menciptakan penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
•Isu isu utama dalam analisis Makro ekonomi
-Penentuan kegiatan ekonomi : bagaiman pengeluaran agregat (permintaan agregat) dan penawaran agregat akan menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian dalam satu periode tertentu dan pendapatan nasional atau produksi nasional tercipta.
-Masalah dan kebijakan makroekonomi : bahwa system pasar bebas tidak selalu mewujudkan penggunaan tenaga kerja penuh. Kestabilan harga dan pertumbuhan ekonomi yang kuat, menghadapi masalah pengangguran, kenaikan harga dan pertumbuhan ekonomi yang tidak kuat.
•Masalah Utama dalam perekonomian
-Pertumbuhan ekonomi : perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi masyarakat bertambah.
-Pendapatan Nasional dan sebenarnya : PNPotensial yaitu tingkat pendapatan nasional yang dicapai apabila tenaga kerja sepenuhnya digunakan.
-Konjungtur (Siklus kegiatan perusahaan) : Pergerakan naik turun kegiatan perusahaan2 di dalam jangka panjang
-Masalah Pengangguran :
Pengangguran : adalah suatu keadaan dimana seseorang tergolong ke dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetap belum mendapatkannya,
P. Sukarela : seseorang yang tidak bekerja tapi tidak aktif mencari pekerjaan.
Sebab – sebab pengangguran
- kekurangan pengeluaran agregat (produksi barang jasa tidak seimbang dengan permintaan sehingga perusahaan mendapat keuntungan yang kecil atau rugi dan tidak meningkatkan produksi sehingga mengurangi pekerja)
- ingin mencari pekerjaan yang lebih baik, pengusaha mengganti alat dengan yang lebih modern, ketidaksesuaian antara keterampilan pekerja dengan keterampilan yang dibutuhkan.
Akibat Buruk Pengangguran
Secara individu menimbulkan masalah ekonomi, dan social kepada yang mengalaminya, mengganggu taraf kesehatan keluarga, efek psikologis yang buruk dan efek buruk bagi masyarakat.
-Masalah Inflasi : suatu proses kenaikan harga yang berlaku dalam suatu perekonomian.
Inflasi rendah (2-3%), Moderat (4-10%), TInggi (>10%).
Faktor2 Inflasi :
. tingkat pengeluaan agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
. pekerja menuntut kenaikan upah
. kenaikan harga barang yang di impor, penambahan penawaran uang yang lebih tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran barang, kekacauan politk ekonomi.
Akibat Buruk Inflasi
Menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat , mengurangi investasi, mengurangi impor, memperlambat pertumbuhan ekonomi.
-Keseimbangan Neraca Pembayaran : adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukan aliran pembayaran yang dilakukan dari Negara – Negara lain kedalam negeri dan dari dalam negeri ke negara2 lain dalam satu tahun tertentu.
Neraca yang penting : neraca perdagangan (perimbangan ekspor dan impor), neraca keseluruhan (perimbangan aliran pembayaran ke LN dan penerimaan dari LN),
Defisit neraca : pembayaran ke LN > Penerimaan.
Surflus Neraca : impor melebihi ekspor dan aliran modal yang terlalu banyak keluar negeri.
Kebaikan dan keburukan perekonomian terbuka
. kebaikan : memperluas barang buatan dalam negeri dan memungkinkan perusahaan2 dalam negeri mengembangkan kegiatannya, member sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi dengan membeli mesin2 dan bahan mentah.
. Keburukan : konsumen memakai produk luar, akan ada pengangguran, modal dalam negeri akan mengalir keluar negeri akan menurunkan nilai mata uang domestic.
•Alat Pengamat Prestasi Kegiatan Ekonomi :
-Pendapatan Nasional : istilah yang menerangkan tentang nilai barang dan jasa yang diproduksi suatu Negara dalam satu tahun tertentu.
-PNB (Produk Nasional Bruto): produk nasional yang dihasilkan oleh faktor2 produksi milik warga negaranya didalam negeri dan di Negara lain.
-PDB (Produk Domestik bruto) : produk nasional yang dihasilkan oleh faktor2 produksi
di dalam negeri milik warga Negara dan orang asing dalam suatu Negara,
-Tingkat pertumbuhan ekonomi :
-Tingkat pertambahan kemakmuran : ini ditentukan dengan perhitungan pendapatan perkapita pertahun.
-Tenaga kerja dan pengangguran
Pengangguran : perbedaan antara angkatan kerja dengan penggunaan tenaga kerja real.
Angkatan kerja : jumlah tenaga kerja yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu. (JAK = jumlah penduduk usia kerja - penduduk bukan angkatan kerja)
-Indeks harga dan tingkat inflasi
Indeks harga : suatu angka yang menggambarkan sejauh mana harga dalam perekonomian pada suatu tahun telah mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tingkat harga pada tahun dasar.
IH Produsen : kenaikan dan perubahan harga barang pada saat barang dijual ke konsumen
IH Konsumen: kenaikan dan perubahan harga barang konsumsi
CPI : indeks harga dari barang2 yang selalu digunakan para konsumen.
-Kedudukan Neraca perdagangan dan pembayaran
. Deficit N.Perdagangan: disebabkan impor yang lebih mengurangi ekspor dan kegiatan ekonomi dalam negeri, pengangguran bertambah, modal luar negeri tak akan ditanam di Negara tersebut.
. N Pembayaran : menunjukan perimbangan mutasi 2 keuangan dari suatu Negara ke Negara lain.
- Kestabilan Kurs Valuta Asing : perbandingan nilai suatu mata uang domestic dengan nilai mata uang asing untuk menunjukan banyaknya uang dalam negeri yang diperlukan u/ membeli satu unit valuta asing.
Faktor penting yang mempengaruhi kurs : neraca keseluruhan apabila deficit cenderung menaikan nilai valas, kalau surflus maka nialai valas akan murah.
•Tujuan – Tujuan kebijakan Makroekonomi
-Menstabilkan kegiatan ekonomi
3 hal : tingkat penggunaan tenaga kerja penuh, tingkat harga tidak menunjukan perubahan yg tinggi, terjadi keseimbangan ekspor dan impor, laulintas modal dari atau ke LN.
-Penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi
-Menghindari masalah inflasi
-Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat : menyediakan kesemptana kerja, menaikan tingkat kemakmuran masyarakat.
-Mengukuhkan neraca pemabayaran dan kurs valuta asing
•Bentuk – bentuk kebijakan mikroekonomi
-Kebijakan Fiskal : usaha pemerintah mempengaruhi kegiatan ekonomi dengan membuat perubahan dalam pengeluarannya dan dalam system perpajakan(mengurangi pajak meningkatkan kemampuan masyarakt membeli)
-Kebijakan Moneter : langkah pemerintah yang dijalankan melalui bank sentral untuk mempengaruhi kegiatan perekonomian dengan membuat perubahan dalam penawaran uang dan suku bunga
-Kebijakan Segi penawaran : langkah pemerintah yang berusaha meningkatkan efisiensi kegiatan dan tenaga kerja sehingga produksi nasional dapat ditingkatkan. Biaya produksi dikurangi dan teknologi semakin berkembang.
•Penghitungan Pendapatan Nasional
-Cara pengeluaran : pendapatan nasional di hitung dengan menjumlahkan nilai pengeluaran atau pembelajaan atas barang dan jasa yang diproduksi.
-Cara produksi atau cara produk neto : pendaptan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produk barang dan jasa yang diwujudkan berbagai sector dalam perekonomian.
-Cara pendapatan : pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor2 produksi yang digunakan u/ mewujudkan pendapatan nasional.
•Beberapa istilah pendapatan nasional
PDB = PNB – PFN dari LN
. PFN dari LN : pendapatan factor neto yaitu pendapatan faktor2 produksi yang diterima dari luar negeri dikurangi pendapatan faktor2 produksi yang dibayarkan ke LN.
. Pnedaptan nasional : nilai barang jasa yang dihasilkan dalam satu Negara yang berarti mewakili PDB dan PNB.
Pendapatan nasional harga tetap atau RIIL : nilai barang dan jasa yang dihasilkan satu Negara dalam satu tahun dihitung pada harga tetap (harga yang berlaku pada satu tahun digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun2 yang lain)
•Pendapatan Nasional harga pasar dan harga factor
Dinilai menurut harga pasar : perhitungan nilai barang itu menggunakan harga yang dibayar oelh pembeli.
Dinilai menurut harga produksi : tergantung pada jumlah pendapatan faktor2 produksi yang digunakan u/ menghasilkan barag.
•Pendapatan Nasional Bruto dan Neto
Bruto : pendaptan yang masih meliputi depresiasi
Neto : produk nasional bruto dikurangi depresiasi, PNB – Depresiasi.
•Cara Penghitungan 1 : cara pengeluaran
-Komponen pengeluaran agregat
. Konsumsi rumah tangga : nilai pembelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagai jenis kebutuhan dalam satu tahun. Konsumsi : membeli barang dan jasa u/ memuaskan keinginan meiliki dan menggunakan barang.
. Pengeluaran pemerintah :
Konsumsi : pembelian atas barang jasa yang akan dikonsumsi
Investasi : pengeluaran untuk membangun prasarana.
. Pembentukan modal tetap sector swasta : pengeluaran untuk membeli modal yang dapat menaikan produksi barang dan jasa dimasa yang akan dating. Pengeluaran barang modal dan peralatan produksi, perubahan2 nilai inventori, pengeluaran u/ rumah tempat tinggal.
. Ekspor Neto : nilai ekspor yang dilakukan suatu Negara dalam satu tahun dikurangi nilai impor dalam periode yg sama.
-Menghitung produk domestic dan produk nasional bruto
PN = PNB – Pajak tak langsung + subsidi – depresiasi
Di Indonesia : PN = PNB – Pajak tak langsung – Depresiasi.
-Masalah perhitungan dua kali
•Cara Penghitungan 2 : Cara Produk Neto
Produk neto = nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi
PN = menjumlahkan nilai tambah yang diciptakan oleh perusahaan2 dalam perekonomian
-Menghitung nilai tambah
Nilai tambah untuk mewujudkan suatu produksi = pengeluaran konsumen untuk membeli
-PNB menurut lapangan usaha
Data yang dikumpulkan digolongkan pada berbagai sector dimana nilai tambah diwujudkan,
•Cara Penghitungan 3 : cara pendapatan
-Penggolongan pendapatan factor produksi
Pendapatan pekerja, pendapatan dari usaha perseorangan, pendapatan sewa, bunga neto, keuntungan perusahaan.
-Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disposebel
Pendaptan pribadi : semua jenis pendapatan
Pendaptan Disposebel : pendapatan yang dikurangi oleh pajak yang harus dibayar
Yd = Yp – T dan Yd = C + S
-Menentukan tingkat perekonomian
G = PN-riil 1 – PN-riil0 x 100
PN-riilo
PN-riiln = HIo x PN Masa kini
HIn
•Pandangan Ahli Ekonomi klasik : bahwa dalam suatu perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar, tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai, yg didasarkan pada keyakinan dalam perekonomian tidak akan kekurangan permintaan. Supply create own demand.
•Penentuan suku bunga
Suku bungan menentukan besarnya tabungan maupun investasi yang akan dilakukan dalam perekonomian. Perubahan akan terus terjadi sebelum kesamaan antara jumlah tabungan dgn jumlah permintaan dana investasi tercapai.
•Fleksibilitas Upah dan kegiatan Ekonomi
•Penentuan tingkat kegiatan perekonomian
Kemampuan sector perusahaan dalam menghasilkan barang tergantung jumlah dan kualitas factor produksi Y= f (K,L,R,T)
•Kritik Keynes terhadap pandangan klasik : penggunaan tenaga kerja penuh adalah keadaan yang jarang terjadi dan hal itu di sebabkan karena kekurangan permintaan agregat yang terjadi.
•Penentuan tabungan dan INvestasi (Keynes) :
Penentu Tabungan : besarnya tabungan oleh rumah tangga tergantung pada besar kecilnya tingkat pendapatan Rumah tangga.
Penentu Investasi : bahwa suku bunga memegang peranan yang cukup menentukan dalam pertimbangan para pengusaha u/ melakukan investasi
•Masalah kekurangan Pengeluaran Agregat
Ahli klasik : fleksibilitas suku bunga akan selalu menjamin berlakunya kesamaan diantara jumlah tabungan pada tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dengan jumlah investasi yang dilakukan
Keynes : tingkat investasi adalah < dari jumlah tabungan yang dilakukan rumah tangga pada waktu dicapai tingkat penggunaan tenaga kerja
Pengeluaran agregat dalam perekonomian : lebih rendah dari produksi barang dan jasa pada tingkat penggunaan tenaga kerja penuh, kekurangan dalam pengeluaran agregat ini akan menimbulkan pengangguran.
Friday, September 4, 2009
Saturday, July 25, 2009
Teori Produksi
Teori Produksi
•Produsen mengalokasikan dananya untuk penggunaan factor produksi atau yang akan diproses menjadi output.
•Dalam penggunaan Faktor Produksi berlaku The Law of Diminishing Return (Hukum pertambahan hasil yang semakin menurun)
Dimensi Jangka Pendek dan jangka panjang
•Faktor Produksi Tetap : Faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah produksi, ada atau tidak adanya kegiatan produksi factor produksi itu harus ada.(contoh : mesin; dikarenakan mesin dalam jangka pendek susah untuk ditambah atau dikurangi)
•Faktor Produksi Variable : factor yang jumlahnya tergantung pada tingkat produksinya, makin besar tingkat produksi makin banyak factor produksi variable yang digunakan.(contoh : tenaga kerja ; karena jumlah kebutuhannya dapat disediakan dalam waktu kurang dari setahun).
•Periode Jangka Pendek : periode produksi dimana perusahaan tidak mampu dengan segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa factor produksi. (perusahaan barang modal 5 tahun periodenya, perusahaan olahan <5 tahun)
•Periode jangka panjang : periode produksi dimana semua factor produksi menjadi factor produksi variable.
Model Produksi dengan satu factor produksi Variable
•Adalah Pengertian analisis jangka pendek dimana ada factor produksi yang tidak dapat dirubah.
•Fungsi produksi : hubungan matematis penggunaan factor produksi yang menghasilkan output maksimum. Yang terdiri dari factor barang modal (Kapital), dan Tenaga Kerja (Labour).
•Q = f(K . L)
Produksi Total, Marjinal, dan rata rata
•Total (TP): banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total factor produksi
•Marginal (MP): tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit factor produksi
•Rata2(AP) : rata-rata output yang dihasilkan perunit factor produksi.
•MP > 0 ; perusahaan dapat menambah tenaga kerja apabila MP < 0 maka penambahan tenaga kerja mengurangi total produksi. Ini merupakan indikasi LDR.
Tiga Tahap Produksi
1.Tahap I
-Penambahan tenaga kerja akan meningkatkan TP maupun AP
-Hasil yang diperoleh tenaga kerja jauh lebih besar dari tambahan upah yang akan dibayarkan
-Perusahaan akan rugi kalau berhenti pada tahap ini (Slove TP meningkat tajam).
2.Tahap II
-Berlakunya LDR
-MP dan AP mengalami penurunan ; namun nilainya masih positif
-Penambahan tenaga kerja akan menambah TP sampai mencapai maksimum. (slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).
3.Tahap III
-Perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi
-Penambahan Tenaga kerja justru menurunkan TP
-Produksi akan mengalami kerugian (slove kurva TP negatif).
•Perusahaan sebaiknya berproduksi pada tahap II.
•Perusahaan akan berhenti menambah tenaga kerja pada saat MP yang harus dibayar = MR yang diterima. Jika tambahan biaya < tambahan pendapatan ; perusahaan akan menambah tenaga kerja.
•Tamabahan BIaya = wage (W) tenaga kerja, tambahan pendapatan = produksi marjinal dikalikan harga jual barang. W = MP (P)
Perkembangan Teknologi.
•Kemajuan teknologi dapat membuat tingkat produktivitas meningkat , artinya jumlah output yang dihasilkan perunit factor produksi meningkat.
•Apabila AP meningkat karena mesinnya semakin modern tidak berarti efisiensi meningkat.
•Modernisasi SDM lebih penting dikarenakan mengubah cara berpikir dan sikap hidup, dengan modernisasi SDM, kemajuan teknologi akan meresap ke dalam diri manusia dan mendorong peningkatan efisiensi.
•TFP (Total Faktor Productivity) sebagai ukuran efisiensi, pada prinsipnya metode ini ingin memisahkan pengaruh barang modal, teknologi dan SDM terhadap pertumbuhan ekonomi. Angka TFP semakin besar mengindikasikan perkembangan efisiensi yang semakin signifikan .
Model Produksi dengan 2 faktor produksi Variable.
•Isokuant adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam factor produksi variable secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu, yang menghasilkan tingkat produksi yang sama.
•Asumsi – Asumsi ISOKUAN :
1.Konveksitas (convexity)
-Analogi dengan asumsi pada pembahasan perilaku konsumen, yaitu kurva indeferensi yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
-MTRS : kesedian produsen untuk mengorbankan factor produksi yang satu demi yang menambah penggunaan factor produksi yang lain untuk menjaga tingkat produksi pada isokuan.
-MTRSlk : bilangan yang menunjukan beberapa factor produksi L harus dikorbankan untuk menambah 1 unit factor K pada tingkat produksi yang sama
-MTRlk : bebrapa unit tenaga kerja yang harus dikorbankan untuk menambah 1 mesin u/ menjaga keseimbangan produksi.
-Dasar pertimbangan substitusi factor produksi adalah perbandingan rasio produktivitas.
-L = MPL . ∂L (pertambahan 1 L)
-K = MPK. ∂K (pengurangan 1 K)
-MTRSlk = MPL/MPK = - ∂K/∂L
2.Penurunan nilai MRTS
-Ini terjadi apabila produsen menganggap makin mahal factor produksi yang semakin langka
-MRTS konstan apabila dua factor produksi bersifat substitusi sempurna
-MRTS = nol apabila kedua factor produksi mempunyai hubungan proporsional tetap
3.HUkum pertambahan nilai yang semakin menurun (LDR)
-Jika produksi K tetap dan terjadi penambahan tenaga kerja maka output akan bertambah
-K akan semakin menurun apabila L = M unit
4.Daerah produksi yang ekonomis
-Batas daerah produksi ekonomis atau BPE merupakan daerah Tahap II, apabila terjadi diluar batas areal tersebut maka tidak akan meingkatkan produksi. Dimana perusahaan hanya dapat melakukan ekspansi di batas BPE saja.
5.Perubahan output karena perubahan sekala penggunaan produksi (Return to scale)
-Konsep yang menjelaskan seberapa besar output berubah bila jumlah factor produksi dilipatgandakan.
6.Skala hasil naik (increasing return to scale)
-Apabila penambahan factor produksi sebanyak I unit menyebabkan output meningkat lebih dari satu unit.output meningkat dikarenakan kemampuan manajemen dalam menangani produksi skala besar, ada sinergi antara mesin dan tenaga kerja.
7.Skala hasil konstan (Constant return to scale)
-Jika pelipatgandaan factor produksi menambah output sebanyak dua kali lipat juga
8.Skala hasil menurun (decreasing return to scale)
-Jika penambahan I unit factor produksi menyebabkan output berkurang 1 unit
9.Perkembangan teknologi
-Kemajuan teknologi memingkinkan peningkatan efisiensi penggunaan factor produksi
-Tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan penggunaan factor produksi yang lebih sedikit
-Teknologi Padat Modal : barang modal > tenaga kerja
-Teknologi Padat Karya : Tenaga Kerja > Barang modal
-Teknologi Netral : Barang modal = Tenaga kerja
-Tiga tahap teknologi sebelum dapat mempengaruhi efisiensi
a.Invention : riset untuk menemukan teknologi baru untuk proses produksi
b.Inovation : Inovasi melakukan terobosan baru aplikasi dari temuan baru
c.Spread of innovation : penyebaran inovasi agar tingkat penerimaannya mencapai 100%
10.Kurva anggaran produksi
-Kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam factor produksi yang memerlukan biaya yang sama.
-I = rK + WL ; I (isocos), r(factor produksi barang modal), W (tenaga kerja)
-Sudut kemiringan kurva isocost = perubahan harga factor produksi
-Jika yang berubah adalah kemampuan anggaran , isocos bergeser sejajar.
11.Keseimbangan Produsen
-Terjadi ketika kurva I bersinggungan dengan kurva Q
-Keseimbangan berubah karena perubahan kemampuan anggaran maupun factor produksi
-Perubahan Faktor produksi = intereaksi kekuatan efek substitusi dan efek skala produksi
-Faktor produksi Inferior = factor produksi yang penggunaanya justru menurun bila kemampuan anggaran perusahaan meningkat. Contoh tenaga kerja apabila ditingkatkan jumlah penggunaannya berkurang.
-Maksimalisasi Output = dengan anggaran yang sudah ditentukan tercapai output yang maksimum
-Minimalisasi Biaya = target output yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan biaya minimum.
-Perusahaan umumnya bertujuan memaksimalkan laba = prinsip efisiensinya maksimalisasi output
-Lembaga berorientasi laba maksimum = menggunakan prinsip minimalisasi biaya u/ efisiensi
12.Pola jalur ekspansi (Expantion Path)
-Untuk mempertahankan efisiensi = perusahaan menargetkat output yang dicapai maksimum dengan biaya minimum
-Dalam jangka panjang perusahaan memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam mengkombinasikan factor produksi. Agar alokasi anggaran lebih efisien
-Garis Isoclin = dimana titik2 keseimbangan tercapai pada tingkat MRTS konstan
-Isoklin merupakan garis expantion path apabila harga factor produksi tidak berubah, berubah karena penambahan tingkar produksi.
•Produsen mengalokasikan dananya untuk penggunaan factor produksi atau yang akan diproses menjadi output.
•Dalam penggunaan Faktor Produksi berlaku The Law of Diminishing Return (Hukum pertambahan hasil yang semakin menurun)
Dimensi Jangka Pendek dan jangka panjang
•Faktor Produksi Tetap : Faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah produksi, ada atau tidak adanya kegiatan produksi factor produksi itu harus ada.(contoh : mesin; dikarenakan mesin dalam jangka pendek susah untuk ditambah atau dikurangi)
•Faktor Produksi Variable : factor yang jumlahnya tergantung pada tingkat produksinya, makin besar tingkat produksi makin banyak factor produksi variable yang digunakan.(contoh : tenaga kerja ; karena jumlah kebutuhannya dapat disediakan dalam waktu kurang dari setahun).
•Periode Jangka Pendek : periode produksi dimana perusahaan tidak mampu dengan segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa factor produksi. (perusahaan barang modal 5 tahun periodenya, perusahaan olahan <5 tahun)
•Periode jangka panjang : periode produksi dimana semua factor produksi menjadi factor produksi variable.
Model Produksi dengan satu factor produksi Variable
•Adalah Pengertian analisis jangka pendek dimana ada factor produksi yang tidak dapat dirubah.
•Fungsi produksi : hubungan matematis penggunaan factor produksi yang menghasilkan output maksimum. Yang terdiri dari factor barang modal (Kapital), dan Tenaga Kerja (Labour).
•Q = f(K . L)
Produksi Total, Marjinal, dan rata rata
•Total (TP): banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total factor produksi
•Marginal (MP): tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit factor produksi
•Rata2(AP) : rata-rata output yang dihasilkan perunit factor produksi.
•MP > 0 ; perusahaan dapat menambah tenaga kerja apabila MP < 0 maka penambahan tenaga kerja mengurangi total produksi. Ini merupakan indikasi LDR.
Tiga Tahap Produksi
1.Tahap I
-Penambahan tenaga kerja akan meningkatkan TP maupun AP
-Hasil yang diperoleh tenaga kerja jauh lebih besar dari tambahan upah yang akan dibayarkan
-Perusahaan akan rugi kalau berhenti pada tahap ini (Slove TP meningkat tajam).
2.Tahap II
-Berlakunya LDR
-MP dan AP mengalami penurunan ; namun nilainya masih positif
-Penambahan tenaga kerja akan menambah TP sampai mencapai maksimum. (slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).
3.Tahap III
-Perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi
-Penambahan Tenaga kerja justru menurunkan TP
-Produksi akan mengalami kerugian (slove kurva TP negatif).
•Perusahaan sebaiknya berproduksi pada tahap II.
•Perusahaan akan berhenti menambah tenaga kerja pada saat MP yang harus dibayar = MR yang diterima. Jika tambahan biaya < tambahan pendapatan ; perusahaan akan menambah tenaga kerja.
•Tamabahan BIaya = wage (W) tenaga kerja, tambahan pendapatan = produksi marjinal dikalikan harga jual barang. W = MP (P)
Perkembangan Teknologi.
•Kemajuan teknologi dapat membuat tingkat produktivitas meningkat , artinya jumlah output yang dihasilkan perunit factor produksi meningkat.
•Apabila AP meningkat karena mesinnya semakin modern tidak berarti efisiensi meningkat.
•Modernisasi SDM lebih penting dikarenakan mengubah cara berpikir dan sikap hidup, dengan modernisasi SDM, kemajuan teknologi akan meresap ke dalam diri manusia dan mendorong peningkatan efisiensi.
•TFP (Total Faktor Productivity) sebagai ukuran efisiensi, pada prinsipnya metode ini ingin memisahkan pengaruh barang modal, teknologi dan SDM terhadap pertumbuhan ekonomi. Angka TFP semakin besar mengindikasikan perkembangan efisiensi yang semakin signifikan .
Model Produksi dengan 2 faktor produksi Variable.
•Isokuant adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam factor produksi variable secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu, yang menghasilkan tingkat produksi yang sama.
•Asumsi – Asumsi ISOKUAN :
1.Konveksitas (convexity)
-Analogi dengan asumsi pada pembahasan perilaku konsumen, yaitu kurva indeferensi yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
-MTRS : kesedian produsen untuk mengorbankan factor produksi yang satu demi yang menambah penggunaan factor produksi yang lain untuk menjaga tingkat produksi pada isokuan.
-MTRSlk : bilangan yang menunjukan beberapa factor produksi L harus dikorbankan untuk menambah 1 unit factor K pada tingkat produksi yang sama
-MTRlk : bebrapa unit tenaga kerja yang harus dikorbankan untuk menambah 1 mesin u/ menjaga keseimbangan produksi.
-Dasar pertimbangan substitusi factor produksi adalah perbandingan rasio produktivitas.
-L = MPL . ∂L (pertambahan 1 L)
-K = MPK. ∂K (pengurangan 1 K)
-MTRSlk = MPL/MPK = - ∂K/∂L
2.Penurunan nilai MRTS
-Ini terjadi apabila produsen menganggap makin mahal factor produksi yang semakin langka
-MRTS konstan apabila dua factor produksi bersifat substitusi sempurna
-MRTS = nol apabila kedua factor produksi mempunyai hubungan proporsional tetap
3.HUkum pertambahan nilai yang semakin menurun (LDR)
-Jika produksi K tetap dan terjadi penambahan tenaga kerja maka output akan bertambah
-K akan semakin menurun apabila L = M unit
4.Daerah produksi yang ekonomis
-Batas daerah produksi ekonomis atau BPE merupakan daerah Tahap II, apabila terjadi diluar batas areal tersebut maka tidak akan meingkatkan produksi. Dimana perusahaan hanya dapat melakukan ekspansi di batas BPE saja.
5.Perubahan output karena perubahan sekala penggunaan produksi (Return to scale)
-Konsep yang menjelaskan seberapa besar output berubah bila jumlah factor produksi dilipatgandakan.
6.Skala hasil naik (increasing return to scale)
-Apabila penambahan factor produksi sebanyak I unit menyebabkan output meningkat lebih dari satu unit.output meningkat dikarenakan kemampuan manajemen dalam menangani produksi skala besar, ada sinergi antara mesin dan tenaga kerja.
7.Skala hasil konstan (Constant return to scale)
-Jika pelipatgandaan factor produksi menambah output sebanyak dua kali lipat juga
8.Skala hasil menurun (decreasing return to scale)
-Jika penambahan I unit factor produksi menyebabkan output berkurang 1 unit
9.Perkembangan teknologi
-Kemajuan teknologi memingkinkan peningkatan efisiensi penggunaan factor produksi
-Tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan penggunaan factor produksi yang lebih sedikit
-Teknologi Padat Modal : barang modal > tenaga kerja
-Teknologi Padat Karya : Tenaga Kerja > Barang modal
-Teknologi Netral : Barang modal = Tenaga kerja
-Tiga tahap teknologi sebelum dapat mempengaruhi efisiensi
a.Invention : riset untuk menemukan teknologi baru untuk proses produksi
b.Inovation : Inovasi melakukan terobosan baru aplikasi dari temuan baru
c.Spread of innovation : penyebaran inovasi agar tingkat penerimaannya mencapai 100%
10.Kurva anggaran produksi
-Kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam factor produksi yang memerlukan biaya yang sama.
-I = rK + WL ; I (isocos), r(factor produksi barang modal), W (tenaga kerja)
-Sudut kemiringan kurva isocost = perubahan harga factor produksi
-Jika yang berubah adalah kemampuan anggaran , isocos bergeser sejajar.
11.Keseimbangan Produsen
-Terjadi ketika kurva I bersinggungan dengan kurva Q
-Keseimbangan berubah karena perubahan kemampuan anggaran maupun factor produksi
-Perubahan Faktor produksi = intereaksi kekuatan efek substitusi dan efek skala produksi
-Faktor produksi Inferior = factor produksi yang penggunaanya justru menurun bila kemampuan anggaran perusahaan meningkat. Contoh tenaga kerja apabila ditingkatkan jumlah penggunaannya berkurang.
-Maksimalisasi Output = dengan anggaran yang sudah ditentukan tercapai output yang maksimum
-Minimalisasi Biaya = target output yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan biaya minimum.
-Perusahaan umumnya bertujuan memaksimalkan laba = prinsip efisiensinya maksimalisasi output
-Lembaga berorientasi laba maksimum = menggunakan prinsip minimalisasi biaya u/ efisiensi
12.Pola jalur ekspansi (Expantion Path)
-Untuk mempertahankan efisiensi = perusahaan menargetkat output yang dicapai maksimum dengan biaya minimum
-Dalam jangka panjang perusahaan memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam mengkombinasikan factor produksi. Agar alokasi anggaran lebih efisien
-Garis Isoclin = dimana titik2 keseimbangan tercapai pada tingkat MRTS konstan
-Isoklin merupakan garis expantion path apabila harga factor produksi tidak berubah, berubah karena penambahan tingkar produksi.
Teori Biaya Produksi
Biaya Produksi
•Asumsi2 yang digunakan
-Perusahaan bergerak di pasar persaingan sempurna. Harga output ditentukan oleh pasar dan berapapun yang diproduksi akan terjual habis.
-Factor produksi = barang modal dan tenaga kerja yang variable.
KONSEP BIAYA
-Biaya Eksplisit : biaya-biaya yang secara eksplisit terlihat, terutama melalui laporan keuangan.
-Biaya Implisit : Biaya kesempatan
•Biaya Tenaga Kerja
-Adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan tenaga kerja perorang persatuan waktu.
-Upah pekerja = biaya eksplisit karena upah yangdibayarkan = upah yang diterima tenaga kerja bila bekerja ditempat lain.
•Biaya barang Modal
-Konsep akuntan : merupakan biaya historis, merupakan nilai barang modal yang harus disusutkan
-Konsep ekonom : merupakan biaya implicit ; yaitu biaya ekonomi penggunaan barang modal bukanlah seberapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk menggunakannya akan tetapi seberapa besar pendapatan yang diperoleh bila mesin disewakan.
-Biaya Barang modal diukur dengan harga sewa.
•Biaya Kewirausahaan
-Wirausahawan : orang yang mengkombinasikan berbagai factor produksi untuk ditransformasi menjadi output berupa barang dan jasa.
-Dalam upaya tersebut produsen harus menanggung resiko kegagalan dan juga akan mendapatkan balas jasa berupa laba. Resiko dan laba Berbanding lurus.
-Laba ekonomi : kelebihan pendapatan yang diperoleh disbanding jika memilih alternative lain.
-
•Produksi , Produktivitas, dan biaya
-Produktivitas yang tinggi menyebabkan tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan biaya yang rendah, berbanding terbalik.
-Dalam jangka pendek : ada factor produksi tetap yang menimbulkan biaya tetap ; biaya produksi yang besarnya tidak tergantung pada tingkat produksi.
-Dalam jangka panjang : biaya produksi dapat disesuaikan dengan tingkat produksi karena factor produksi dan biaya variable.
-Untuk perusahaan berskala Menaik (IRS): penambahan tingkat produksi justru menurunkan biaya produksi
-Untuk Perusahaan berskala menurun : penambahan tingkat produksi justru menaikan biaya produksi
•Biaya Produksi jangka pendek
-Biaya total jangka pendek (total cost) = biaya tetap + Biaya variable (TC = FC + VC)
-Biaya tetap : biaya yang besarnya tidak tergantung pada jumlah produksi, contoh biaya barang modal, gaji pegawai, bunga pinjaman, sewa gedung.
-Biaya Variable : Biaya yang besarnya tergantung pada tingkat produksi, contohnya upah buruh dan biaya bahan baku.
•Biaya Rata-rata
-Adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi satu unit output.
-Biaya rata2 = biaya total dibagi jumlah output (TC/Q)
-Biaya rata2 = biaya tetap rata2 + biaya variable rata2 (AC = AFC + AVC)
-Kurva AFC menurun bila produksi bertambah, tidak pernah menyentuh horizontal. Tidak pernah negative.
-Kurva AC mula2 menurun lalu naik = kurva AVC; ini berkaitan dengan LDR
-AVC = P/AP, pada saat AC naik , AVC turun.
•Biaya Marjinal
-Adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit output.
-Marjinal jangka pendek = MC maka : MC = ∂TC/∂Q
-Dalam jangka pendek perubahan biaya total disebabkan perubahan biaya Variable : MC = ∂VC/∂Q
- Hubungan antar kurva – kurva biaya
1.Kurva AVC terus menurun tidak pernah menyinggung atau memotong sumbu horizontal
2.Kurva AVC mula2 menurun, mencapai titik minimum pada saat AC maksimum, kemudian naik mendekati kurva AC namun tidak bersentuhan karena FC terus menurun
3.Kurva AC awalnya menurun samapai minimum kemudian terus naik
4.Kurva MC Mulanya turun mencapai minimum, selanjutnya kurva C naik dan memotong kurva AVC dan AC saat keduanya minimum, setelah itu nilai C lebih besar dari nilai AC dan AVC.
•Biaya Produksi jangka panjang
-Dalam jangka panjang semua biaya variable.
-Perubahan biaya total = perubahan biaya variable dan sama dengan biaya marjinal; LTC =LVC
-Biaya total : biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variable.
-Biaya Marjinal : tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. LMC =∂LTC/∂Q
-Kurva rata2 jangka panjang
Berlaku teorema Envelope
1.Memproduksi dengan ukuran pabrik ukuran kecil. Pengusaha memprediksi pasar akan mengecil
2.Memproduksi dengan ukuran pabrik ukuran sedang. Bila pengusaha memprediksi pasar akan terus membesar.
3.Memproduksi dengan ukuran pabrik ukuran Besar.
-Pengambilan keputusan tidak lagi berlandaskan biaya rata2 tetapi perkiraan masa depan
-Dalam jangka pendek perusahaan memilih satu pabrik saja untuk berproduksi
-Dalam jangka panjang pengusaha dapat menambah atau mengurangi jumlah pabrik sesuai dengan tingkat produksi yang direncanakan.
-Kurva amplop : kurva yang menunjukan titik2 minimum pada berbagai tingkat produksi.
-Kurva LAC : kurva yang menunjukan biaya produksi perunit minimum pada berbagai tingkat produksi.
•Kurva Biaya Marjinal Jangka Pendek
-Biaya marjinal jangka pendek (SMC) lebih kecil daripada biaya marjinal jangka panjang (LMC).
-SMC < LMC jika ekspansi produksi turun.
-LMC akan memotong LAC pada saat minimum.
-Skala Produksi ekonomis : interval tingkat produksi dimana penambahan output akan menurunkan biaya produksi jangka panjang perunit.
-Skala Produksi tidak ekonomis : interval tingkat produksi dimana penambahan tingkat produksi justru menambah biaya produksi jangka panjang perunit. Hokum LDR berlaku.
-Penambahan jumlah output menaikan biaya produksi perunit.
-Factor penyebab terjadinya efisiensi dan inefisiensi jangka panjang :
1.Teknologi Produksi
-Sumber peningkatan efisiensi dalam jangka panjang,
-memungkinkan terjadi percepatan teknologi dan mempercepat penurunan LAC
-Percepatan teknologi meningkatkan biaya rata2 jangka panjang per unit
2.Manajemen
-Peningkatan kemajuan manajemen memungkinkan teknologi yang sudah ada lebih diefisiensikan penggunaannya sehingga kurva LAC menurun.
-Inefisiensi terjadi apabila kemampuan manajerial tidak mengikuti kemajuan jaman.
3.Sumber Daya Manusia
-Masalah yang muncul adalah Jumlah dan Mutu SDM
-Pada saat skala produksi diperluas, maka terjadi inefisiensi karena SDM tidak dapat disediakan dengan cepat, apabila teknologi yang di gunakan : teknologi yang diimpor.
•Sudut Kemiringan Kurva biaya rata-rata jangka panjang (Kurva LAC)
-Terjadi karena terlalu cepat terjadinya LDR, perusahaan mengalami skala produksi tidak ekonomis, terjadi pada perusahaan dengan fungsi produksi menurun (DRS)
-Perusahaan mengalami inefisiensi sehingga skala produksi tidak ekonomis lagi saat jumlah produksi sangat besar dan LDR lambat, terjadi pada perusahaan IRS.
•Kasus Fungsi produksi skala kecil konstan (CRS)
-Perusahaan yang memiliki skala hasil konstan memiliki kurva LAC garis lurus sejajar sumbu horizontal karena Kurva SAC sama dan sebangun.
-Kurva LAC = Kurva SMC sejajar dan sebangun.
•Asumsi2 yang digunakan
-Perusahaan bergerak di pasar persaingan sempurna. Harga output ditentukan oleh pasar dan berapapun yang diproduksi akan terjual habis.
-Factor produksi = barang modal dan tenaga kerja yang variable.
KONSEP BIAYA
-Biaya Eksplisit : biaya-biaya yang secara eksplisit terlihat, terutama melalui laporan keuangan.
-Biaya Implisit : Biaya kesempatan
•Biaya Tenaga Kerja
-Adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan tenaga kerja perorang persatuan waktu.
-Upah pekerja = biaya eksplisit karena upah yangdibayarkan = upah yang diterima tenaga kerja bila bekerja ditempat lain.
•Biaya barang Modal
-Konsep akuntan : merupakan biaya historis, merupakan nilai barang modal yang harus disusutkan
-Konsep ekonom : merupakan biaya implicit ; yaitu biaya ekonomi penggunaan barang modal bukanlah seberapa besar uang yang harus dikeluarkan untuk menggunakannya akan tetapi seberapa besar pendapatan yang diperoleh bila mesin disewakan.
-Biaya Barang modal diukur dengan harga sewa.
•Biaya Kewirausahaan
-Wirausahawan : orang yang mengkombinasikan berbagai factor produksi untuk ditransformasi menjadi output berupa barang dan jasa.
-Dalam upaya tersebut produsen harus menanggung resiko kegagalan dan juga akan mendapatkan balas jasa berupa laba. Resiko dan laba Berbanding lurus.
-Laba ekonomi : kelebihan pendapatan yang diperoleh disbanding jika memilih alternative lain.
-
•Produksi , Produktivitas, dan biaya
-Produktivitas yang tinggi menyebabkan tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan biaya yang rendah, berbanding terbalik.
-Dalam jangka pendek : ada factor produksi tetap yang menimbulkan biaya tetap ; biaya produksi yang besarnya tidak tergantung pada tingkat produksi.
-Dalam jangka panjang : biaya produksi dapat disesuaikan dengan tingkat produksi karena factor produksi dan biaya variable.
-Untuk perusahaan berskala Menaik (IRS): penambahan tingkat produksi justru menurunkan biaya produksi
-Untuk Perusahaan berskala menurun : penambahan tingkat produksi justru menaikan biaya produksi
•Biaya Produksi jangka pendek
-Biaya total jangka pendek (total cost) = biaya tetap + Biaya variable (TC = FC + VC)
-Biaya tetap : biaya yang besarnya tidak tergantung pada jumlah produksi, contoh biaya barang modal, gaji pegawai, bunga pinjaman, sewa gedung.
-Biaya Variable : Biaya yang besarnya tergantung pada tingkat produksi, contohnya upah buruh dan biaya bahan baku.
•Biaya Rata-rata
-Adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi satu unit output.
-Biaya rata2 = biaya total dibagi jumlah output (TC/Q)
-Biaya rata2 = biaya tetap rata2 + biaya variable rata2 (AC = AFC + AVC)
-Kurva AFC menurun bila produksi bertambah, tidak pernah menyentuh horizontal. Tidak pernah negative.
-Kurva AC mula2 menurun lalu naik = kurva AVC; ini berkaitan dengan LDR
-AVC = P/AP, pada saat AC naik , AVC turun.
•Biaya Marjinal
-Adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit output.
-Marjinal jangka pendek = MC maka : MC = ∂TC/∂Q
-Dalam jangka pendek perubahan biaya total disebabkan perubahan biaya Variable : MC = ∂VC/∂Q
- Hubungan antar kurva – kurva biaya
1.Kurva AVC terus menurun tidak pernah menyinggung atau memotong sumbu horizontal
2.Kurva AVC mula2 menurun, mencapai titik minimum pada saat AC maksimum, kemudian naik mendekati kurva AC namun tidak bersentuhan karena FC terus menurun
3.Kurva AC awalnya menurun samapai minimum kemudian terus naik
4.Kurva MC Mulanya turun mencapai minimum, selanjutnya kurva C naik dan memotong kurva AVC dan AC saat keduanya minimum, setelah itu nilai C lebih besar dari nilai AC dan AVC.
•Biaya Produksi jangka panjang
-Dalam jangka panjang semua biaya variable.
-Perubahan biaya total = perubahan biaya variable dan sama dengan biaya marjinal; LTC =LVC
-Biaya total : biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variable.
-Biaya Marjinal : tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. LMC =∂LTC/∂Q
-Kurva rata2 jangka panjang
Berlaku teorema Envelope
1.Memproduksi dengan ukuran pabrik ukuran kecil. Pengusaha memprediksi pasar akan mengecil
2.Memproduksi dengan ukuran pabrik ukuran sedang. Bila pengusaha memprediksi pasar akan terus membesar.
3.Memproduksi dengan ukuran pabrik ukuran Besar.
-Pengambilan keputusan tidak lagi berlandaskan biaya rata2 tetapi perkiraan masa depan
-Dalam jangka pendek perusahaan memilih satu pabrik saja untuk berproduksi
-Dalam jangka panjang pengusaha dapat menambah atau mengurangi jumlah pabrik sesuai dengan tingkat produksi yang direncanakan.
-Kurva amplop : kurva yang menunjukan titik2 minimum pada berbagai tingkat produksi.
-Kurva LAC : kurva yang menunjukan biaya produksi perunit minimum pada berbagai tingkat produksi.
•Kurva Biaya Marjinal Jangka Pendek
-Biaya marjinal jangka pendek (SMC) lebih kecil daripada biaya marjinal jangka panjang (LMC).
-SMC < LMC jika ekspansi produksi turun.
-LMC akan memotong LAC pada saat minimum.
-Skala Produksi ekonomis : interval tingkat produksi dimana penambahan output akan menurunkan biaya produksi jangka panjang perunit.
-Skala Produksi tidak ekonomis : interval tingkat produksi dimana penambahan tingkat produksi justru menambah biaya produksi jangka panjang perunit. Hokum LDR berlaku.
-Penambahan jumlah output menaikan biaya produksi perunit.
-Factor penyebab terjadinya efisiensi dan inefisiensi jangka panjang :
1.Teknologi Produksi
-Sumber peningkatan efisiensi dalam jangka panjang,
-memungkinkan terjadi percepatan teknologi dan mempercepat penurunan LAC
-Percepatan teknologi meningkatkan biaya rata2 jangka panjang per unit
2.Manajemen
-Peningkatan kemajuan manajemen memungkinkan teknologi yang sudah ada lebih diefisiensikan penggunaannya sehingga kurva LAC menurun.
-Inefisiensi terjadi apabila kemampuan manajerial tidak mengikuti kemajuan jaman.
3.Sumber Daya Manusia
-Masalah yang muncul adalah Jumlah dan Mutu SDM
-Pada saat skala produksi diperluas, maka terjadi inefisiensi karena SDM tidak dapat disediakan dengan cepat, apabila teknologi yang di gunakan : teknologi yang diimpor.
•Sudut Kemiringan Kurva biaya rata-rata jangka panjang (Kurva LAC)
-Terjadi karena terlalu cepat terjadinya LDR, perusahaan mengalami skala produksi tidak ekonomis, terjadi pada perusahaan dengan fungsi produksi menurun (DRS)
-Perusahaan mengalami inefisiensi sehingga skala produksi tidak ekonomis lagi saat jumlah produksi sangat besar dan LDR lambat, terjadi pada perusahaan IRS.
•Kasus Fungsi produksi skala kecil konstan (CRS)
-Perusahaan yang memiliki skala hasil konstan memiliki kurva LAC garis lurus sejajar sumbu horizontal karena Kurva SAC sama dan sebangun.
-Kurva LAC = Kurva SMC sejajar dan sebangun.
Wednesday, July 22, 2009
PIE 1
ILMU EKONOMI
Pengertian Ilmu Ekonomi
• Ilmu ekonomi adalah : suatu study mengenai bagaimana orang atau masyarakat membuat pilihan dengan atau tanpa menggunakan uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas tapi dapat menggunakan berbagai cara untuk menghasilkan suatu barang.
• Teori Ekonomi : pandangan2 yang menggambarkan sifat hubungan yang terjadi dalam kegiatan ekonomi dan membuat ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan mempengaruhinya.
• Scarcity (Kelangkaan)
Alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas sementara kebutuhan manusia tidak terbatas.
• Choices (Pilihan-Pilihan)
Terbatasnya alat pemuas kebutuhan manusia sementara kebutuhan tidak terbatas pendorong manusia melakukan pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif.
• Opportunity Cost (Biaya Kesempatan)
Manusia bersifat rasional artinya pertimbangan menurut prinsif ekonomi dan untung rugi. Oleh karena itu ekonom akan memandang bahwa alat pemuas kebutuhan akan dinilai berdasarkan alternatif penggunaannya untuk kesempatan yang lain.
• Jadi ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan (alokasi) atas sumber daya yang langka dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya
• Masalah Ekonomi :
• Apa yang harus diproduksi dan berapa banyaknya :
Seberapa banyak barang yang harus di produksi agar kesejahteraan meningkat.
• Bagaimana memproduksinya :
Metode dan teknologi apa yang digunakan.
• Untuk siapa barang dan jasa diproduksi :
Berdimensi pada keadilan dan pemerataan, apakah teknologi sudah efektif untuk dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
• Barang dan Jasa
• Barang Ekonomi dan Barang Bebas :
Ekonomi : barang yang terbatas jumlahnya (langka) dan merupakan pengorbanan
Bebas : barang yang jumlahnya melimpah dan tidak memerlukan pengorbanan.
• Barang Akhir : barang yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi u/ memenuhi kebthan.
• Durable goods : barang tahan lama
• Undurable goods : barang yang tidak tahan lama.
• Barang Modal (barang dibuat untuk menghasilkan barang lain).
• Barang Antara (barang yang belum dapat langsung digunakan konsumen/perlu diolah lebih lanjut)
• Mengapa Belajar Ilmu Ekonomi ?
• Memperbaiki cara berfikir yang membantu pengambilan keputusan.
Teknik berpikir akan meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.
• Membantu memahami masyarakat.
Interaksi manusia terjadi lewat pasar, maka masyarakat berupaya mengatasi kelangkaan, mengembangkan teknologi dan system kemasyarakatan
• Membantu memahami masalah-masalah internasional.
Bahwa dalam dunia internsional interaksi terjadi tidak secara individu melainkan mewakili kelompok atau Negara.
• Bermanfaat dalam membangun masyarakat.
Demokratisasi penting dalam mengalokasikan sumber daya, karena lebih mencerminkan aspirasi masyarakat kebanyakan.
Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
ada 4 ukuran efisiensi yang biasa digunakan : Output (GNP), Kesempatan Kerja (Employement), Stabilitas Harga (Stability Price), stabilitas Kurs (Exchange rate Stabilty)
• Teori Ekonomi Mikro :bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisa mengenai bagian2 kecil keseluruhan kegiatan perekonomian.
– Interaksi di pasar barang (penjual vs pembeli)
– Tingkah laku pembeli dan penjual
.Pembeli dan penjual menjalankan kegiatan ekonomi secara rasional.
. pembeli berusaha memaksimumkan kepuasan yang dinikmati seakan para penjual memaksimumkan keuntungan yang diperoleh dari kendala2 yang dimiliki.
– Interaksi di pasar faktor produksi (Tk, modal, tanah, wirausaha)
• Teori Ekonomi Makro: suatu teori ekonomi yang menganalisa keseluruhan kegiatan perekonomian, bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan unit kecil
– Penentuan tingkat ekonomi negara.: menganalisa suatu perekonomian akan menghasilkan suatu barang dan jasa, tingkat perekonomian di tentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian yang meliputi :
1. Pengeluaran Rumah tangga dan konsumsi rumah tangga
2. Pengeluaran pemerintah
3. Pengeluaran perusahaan dan investasi
4. Ekspor dan impor
5. Perubahan harga2 dan perubahan peredaran uang
– Pengeluaran agregat (C + G + I + (X-M))
– Mengatasi pengangguran dan inflasi: pemerintah mengeluarkan kebijakan2 :
. Kebijakan Moneter : langkah pemerintah dalam mengurangi jumlah uang beredar dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tujuan mengatasi masalah perekonomian.
. Kebijakan fiscal : langkah pemerintah untuk mengubah struktur dalam jumlah pajak serta pengeluarannya dengan maksud untuk mempengaruhi tingkat kegiatan perekonomian.
Metodologi Ilmu Ekonomi
• Teori Ekonomi
Berusaha menjelaskan dan melakukan prediksi-prediksi atas gejala yang diamati.
• Model Ekonomi
Penyederhanaan dari keadaan yang sebenarnya baik dalam bentuk verbal, diagram, dan matematis.
• Metoda Deduktif dan Induktif
. Deduktif : metode pengambilan keputusan untuk hal2 khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum.
- Dalil -> Analisa -> Kesimpulan
- Dalil : homo ekonomi
- Analisa : barang dengan kualitas yang sama di jual ditoko yang beda
- Kesimpulan : dari dalil semua benar adanya bahwa manusia senang barang yang bagus dengan harga murah.
. Induktif : Metode pengambilan keputusan untuk hal2 umum dari hal2 khusus.
- Peristiwa -> Analisa -> Kesimpulan -> Dalil
- Peristiwa : menjelang hari besar harga bahan pokok naik
- Analisa : harga naik karena permintaan banyak
- Kesimpulan : harga naik karena permintaan naik
- Dalil : hokum permintaan dan penawaran
. Dampak positif dari Induktif : meningkatnya kegiatan ekonomi yang telah menghasilkan pemahaman2 baru dalam ilmu ekonomi.
• Ceteris Paribus dan Fallacy Composition.
. Cateris Paribus : factor2 lain dianggap tetap, kesimpulan yang diambil berdasarkan variable2 yang tidak berubah.
. Fallacy of Compotition : apa yang baik dalam skla kecil belum tentu baik dalam sekala besar.
• Ekonomi positif (apa yang terjadi) dan ekonomi normatif (apa yang seharusnya terjadi).
MEKANISME PASAR
. Teori ekonomi Clasic : teori dari Adam Smith yang disebut Invicible hand dimana perekonomian sebagai sebuah system halnya alam semesta mempunyai penstabil otomatis untuk menjaga keseimbangannya, masalah2 ekonomi merupakan gangguan keseimbangan system yang akan pulih jika keseimbangan dipulihkan (Invisible Hand)
. Teori ekonomi Modern : teori yang dicetuskan oleh Jhon Maynard Keynes yaitu teori employement, interest, dan money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya.
• Permintaan
Keinginan konsumen untuk membeli barang dengan berbagai alternatif harganya
. factor2 yang mempengaruhi
1.Harga Barang itu sendiri
2.Harga barang yang terkait
3.Tingkat pendapatan perkapita
4.Selera atau kebiasaan
5.Jumlah penduduk
6.Perkiraan harga dimasa mendatang
7.Distribusi pendapatan
8.Usaha2 Produsen meningkatkan penjualan
. Perubahan Jumlah yang diminta
1.Faktor harga (Movement along demand curve) : perubahan harga menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta tapi pada satu kurva yang sama.
2.Faktor Cateris paribus (Shifting) : pada tingkat harga yang tetap jumlah barang yang diminta berubah karena adanya peningkatan atau penurunan factor CP seperti pendapatan
•Hukum Permintaan :
Apabila harga barang naik maka jumlah yang diminta akan turun sebaliknya jika harga turun jumlah yang diminta akan naik.
•Kasus Pengecualian dari Hukum Permintaan:
1. Barang yang memiliki unsur spekulasi [emas, saham, tanah].
2. Barang prestise dan luxury [mobil mewah, benda seni tinggi,benda kuno dll.]
3. Barang Giffen [harga turun permintaan turun] akibat efek (-) pendapatan lebih besar dari efek (+) substitusi.
• Penawaran (Supply)
Jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu.
. factor2 yang mempengaruhi
1.Harga Barang itu sendiri
2.Harga barang yang terkait
3.Harga factor produksi
4.Biaya Produksi
5.Teknologi produksi
6.Jumlah pedagang atau penjual
7.Kebijakan pemerintah
8.Usaha2 Produsen meningkatkan penjualan
•Hukum Penawaran
Apabila harga barang naik maka jumlah yang ditawarkan akan naik sebaliknya jika harga turun maka jumlah yang ditawarkan juga menurun dengan asumsi ceteris paribus.
. Faktor pengecualian
. kurva penawaran yang mempunyai slove negative dikarenakan pekerja dibayar berdasaekan jumlah jam kerja
. HARGA KESEIMBANGAN
- Adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan di jual.
- Permintaan = penawaran ; jika harga dibawah keseimbangan maka kelebihan permintaan sebab permintaan meningkat dan penawaran berkurang. Dan sebaliknya
Pengertian Ilmu Ekonomi
• Ilmu ekonomi adalah : suatu study mengenai bagaimana orang atau masyarakat membuat pilihan dengan atau tanpa menggunakan uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas tapi dapat menggunakan berbagai cara untuk menghasilkan suatu barang.
• Teori Ekonomi : pandangan2 yang menggambarkan sifat hubungan yang terjadi dalam kegiatan ekonomi dan membuat ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan mempengaruhinya.
• Scarcity (Kelangkaan)
Alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas sementara kebutuhan manusia tidak terbatas.
• Choices (Pilihan-Pilihan)
Terbatasnya alat pemuas kebutuhan manusia sementara kebutuhan tidak terbatas pendorong manusia melakukan pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif.
• Opportunity Cost (Biaya Kesempatan)
Manusia bersifat rasional artinya pertimbangan menurut prinsif ekonomi dan untung rugi. Oleh karena itu ekonom akan memandang bahwa alat pemuas kebutuhan akan dinilai berdasarkan alternatif penggunaannya untuk kesempatan yang lain.
• Jadi ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan (alokasi) atas sumber daya yang langka dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya
• Masalah Ekonomi :
• Apa yang harus diproduksi dan berapa banyaknya :
Seberapa banyak barang yang harus di produksi agar kesejahteraan meningkat.
• Bagaimana memproduksinya :
Metode dan teknologi apa yang digunakan.
• Untuk siapa barang dan jasa diproduksi :
Berdimensi pada keadilan dan pemerataan, apakah teknologi sudah efektif untuk dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
• Barang dan Jasa
• Barang Ekonomi dan Barang Bebas :
Ekonomi : barang yang terbatas jumlahnya (langka) dan merupakan pengorbanan
Bebas : barang yang jumlahnya melimpah dan tidak memerlukan pengorbanan.
• Barang Akhir : barang yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi u/ memenuhi kebthan.
• Durable goods : barang tahan lama
• Undurable goods : barang yang tidak tahan lama.
• Barang Modal (barang dibuat untuk menghasilkan barang lain).
• Barang Antara (barang yang belum dapat langsung digunakan konsumen/perlu diolah lebih lanjut)
• Mengapa Belajar Ilmu Ekonomi ?
• Memperbaiki cara berfikir yang membantu pengambilan keputusan.
Teknik berpikir akan meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.
• Membantu memahami masyarakat.
Interaksi manusia terjadi lewat pasar, maka masyarakat berupaya mengatasi kelangkaan, mengembangkan teknologi dan system kemasyarakatan
• Membantu memahami masalah-masalah internasional.
Bahwa dalam dunia internsional interaksi terjadi tidak secara individu melainkan mewakili kelompok atau Negara.
• Bermanfaat dalam membangun masyarakat.
Demokratisasi penting dalam mengalokasikan sumber daya, karena lebih mencerminkan aspirasi masyarakat kebanyakan.
Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
ada 4 ukuran efisiensi yang biasa digunakan : Output (GNP), Kesempatan Kerja (Employement), Stabilitas Harga (Stability Price), stabilitas Kurs (Exchange rate Stabilty)
• Teori Ekonomi Mikro :bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisa mengenai bagian2 kecil keseluruhan kegiatan perekonomian.
– Interaksi di pasar barang (penjual vs pembeli)
– Tingkah laku pembeli dan penjual
.Pembeli dan penjual menjalankan kegiatan ekonomi secara rasional.
. pembeli berusaha memaksimumkan kepuasan yang dinikmati seakan para penjual memaksimumkan keuntungan yang diperoleh dari kendala2 yang dimiliki.
– Interaksi di pasar faktor produksi (Tk, modal, tanah, wirausaha)
• Teori Ekonomi Makro: suatu teori ekonomi yang menganalisa keseluruhan kegiatan perekonomian, bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan unit kecil
– Penentuan tingkat ekonomi negara.: menganalisa suatu perekonomian akan menghasilkan suatu barang dan jasa, tingkat perekonomian di tentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian yang meliputi :
1. Pengeluaran Rumah tangga dan konsumsi rumah tangga
2. Pengeluaran pemerintah
3. Pengeluaran perusahaan dan investasi
4. Ekspor dan impor
5. Perubahan harga2 dan perubahan peredaran uang
– Pengeluaran agregat (C + G + I + (X-M))
– Mengatasi pengangguran dan inflasi: pemerintah mengeluarkan kebijakan2 :
. Kebijakan Moneter : langkah pemerintah dalam mengurangi jumlah uang beredar dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tujuan mengatasi masalah perekonomian.
. Kebijakan fiscal : langkah pemerintah untuk mengubah struktur dalam jumlah pajak serta pengeluarannya dengan maksud untuk mempengaruhi tingkat kegiatan perekonomian.
Metodologi Ilmu Ekonomi
• Teori Ekonomi
Berusaha menjelaskan dan melakukan prediksi-prediksi atas gejala yang diamati.
• Model Ekonomi
Penyederhanaan dari keadaan yang sebenarnya baik dalam bentuk verbal, diagram, dan matematis.
• Metoda Deduktif dan Induktif
. Deduktif : metode pengambilan keputusan untuk hal2 khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum.
- Dalil -> Analisa -> Kesimpulan
- Dalil : homo ekonomi
- Analisa : barang dengan kualitas yang sama di jual ditoko yang beda
- Kesimpulan : dari dalil semua benar adanya bahwa manusia senang barang yang bagus dengan harga murah.
. Induktif : Metode pengambilan keputusan untuk hal2 umum dari hal2 khusus.
- Peristiwa -> Analisa -> Kesimpulan -> Dalil
- Peristiwa : menjelang hari besar harga bahan pokok naik
- Analisa : harga naik karena permintaan banyak
- Kesimpulan : harga naik karena permintaan naik
- Dalil : hokum permintaan dan penawaran
. Dampak positif dari Induktif : meningkatnya kegiatan ekonomi yang telah menghasilkan pemahaman2 baru dalam ilmu ekonomi.
• Ceteris Paribus dan Fallacy Composition.
. Cateris Paribus : factor2 lain dianggap tetap, kesimpulan yang diambil berdasarkan variable2 yang tidak berubah.
. Fallacy of Compotition : apa yang baik dalam skla kecil belum tentu baik dalam sekala besar.
• Ekonomi positif (apa yang terjadi) dan ekonomi normatif (apa yang seharusnya terjadi).
MEKANISME PASAR
. Teori ekonomi Clasic : teori dari Adam Smith yang disebut Invicible hand dimana perekonomian sebagai sebuah system halnya alam semesta mempunyai penstabil otomatis untuk menjaga keseimbangannya, masalah2 ekonomi merupakan gangguan keseimbangan system yang akan pulih jika keseimbangan dipulihkan (Invisible Hand)
. Teori ekonomi Modern : teori yang dicetuskan oleh Jhon Maynard Keynes yaitu teori employement, interest, dan money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya.
• Permintaan
Keinginan konsumen untuk membeli barang dengan berbagai alternatif harganya
. factor2 yang mempengaruhi
1.Harga Barang itu sendiri
2.Harga barang yang terkait
3.Tingkat pendapatan perkapita
4.Selera atau kebiasaan
5.Jumlah penduduk
6.Perkiraan harga dimasa mendatang
7.Distribusi pendapatan
8.Usaha2 Produsen meningkatkan penjualan
. Perubahan Jumlah yang diminta
1.Faktor harga (Movement along demand curve) : perubahan harga menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta tapi pada satu kurva yang sama.
2.Faktor Cateris paribus (Shifting) : pada tingkat harga yang tetap jumlah barang yang diminta berubah karena adanya peningkatan atau penurunan factor CP seperti pendapatan
•Hukum Permintaan :
Apabila harga barang naik maka jumlah yang diminta akan turun sebaliknya jika harga turun jumlah yang diminta akan naik.
•Kasus Pengecualian dari Hukum Permintaan:
1. Barang yang memiliki unsur spekulasi [emas, saham, tanah].
2. Barang prestise dan luxury [mobil mewah, benda seni tinggi,benda kuno dll.]
3. Barang Giffen [harga turun permintaan turun] akibat efek (-) pendapatan lebih besar dari efek (+) substitusi.
• Penawaran (Supply)
Jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu.
. factor2 yang mempengaruhi
1.Harga Barang itu sendiri
2.Harga barang yang terkait
3.Harga factor produksi
4.Biaya Produksi
5.Teknologi produksi
6.Jumlah pedagang atau penjual
7.Kebijakan pemerintah
8.Usaha2 Produsen meningkatkan penjualan
•Hukum Penawaran
Apabila harga barang naik maka jumlah yang ditawarkan akan naik sebaliknya jika harga turun maka jumlah yang ditawarkan juga menurun dengan asumsi ceteris paribus.
. Faktor pengecualian
. kurva penawaran yang mempunyai slove negative dikarenakan pekerja dibayar berdasaekan jumlah jam kerja
. HARGA KESEIMBANGAN
- Adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan di jual.
- Permintaan = penawaran ; jika harga dibawah keseimbangan maka kelebihan permintaan sebab permintaan meningkat dan penawaran berkurang. Dan sebaliknya
Saturday, July 18, 2009
Analisa Jabatan
• Pengertian Analisa Jabatan
- Menurut EDWIN B.Flippo : suatu proses mempelajari dan mengumpulkan informasi2 yang berhubungan dengan operasi/pelaksanaan dan tanggung jawab suatu jabatan tertentu.
- Menurut Daniel C. Feldman dan Hugh J. Arnold : suatu analisis jabatan yang dapat dirumuskan sebagai suatu proses penentuan melalui pengamatan dan penyelidikan serta pelaporan informasi yang tepat sesuai dengan hakikat pekerjaan tertentu.
- Menurut Randall S. Schuller & Susan E. Jackson : analisis jabatan merupakan suatu proses penggambaran dan pencatatan informasi mengenai perilaku dan kegiatan pekerjaan.
• Pembahasan Tujuan Analisa jabatan
- Menciptakan SDM yang handal dalam menghadapi tantangan teknologi modern, 2 hal yang harus diperhatikan : penggunaan teknologi dan kenyamanan suasana kerja.
- Menurut Veitzal Rivai : tindakan manajemen yang diperlukan u/ mencapai tujuan
a. Evaluasi peran lingkungan terhadap pekerjaan individu
b. Kaji kembali kemungkinan ada persyaratan kerja yang usang
c. Ciptakan peraturan yang dapat menguntungkan semua pihak
d. Rancangan kebutuhan SDM masa depan
e. Sesuaikan antara jumlah pelamar dan pekerjaan yang tersedia
f. Rancangan kebutuhan pendidikan dan pelatihan
g. Rancang rencana pengembangan potensi karyawan
h. Tentukan standar kerja/ prestasi yang realistis
i. Penempatan karyawan sesuai dengan minat serta keahliannya
j. Berikan kompensasi wajar
• Pertimbangan Hukum
- dua tujuan yang cocok yaitu :
1.kepatuhan terhadap hokum (legal compliance) ketenagakerjaan
2.pengembangan landasan informasi sehat yang digunakan untuk membuat system MSDM efektif
• Pengumpulan system informasi
- Informasi pekerjaan dapat dikelompokan menjadi : Ekspor, Impor, Marketing, Account Officer, Customer Service, dan general administration Dept.
- Keuntungan secara eksternal : pembuktian kepada aparat pemerintah bahwa perusahaan telah mentaati berbagai ketentuan dan perundang2an di bidang ketenagakerjaan : UMR, Penyusunan Kuisioner, pengumpulan informasi.
• Sumber informasi yang digunakan
a. Pemegang jabatan atau pejabat yang berwenang
b. Supervisior
c. Analisa jabatan yang terlatih
d. Menyeleksi sumber-sumber informasi
• Metode pengumpulan informasi
- Metode yang telah terbukti digunakan : wawancara, pandangan para pejabat, atau karyawna senior, dan pemilik perusahaan, kuisioner, dan buku catatan adminstrasi harian, temuan auditor, gabungan dari teknik2 tersebut.
- Menurut Veitzhal Rivai : Pengamatan/observasi, Tanya jawab, pandangan pejabat atau atasan langsung, pengisian daftar pertanyaan, catatan kerja harian, serta teknik kombinasi.
• Langkah – langkah analisa jabatan
1. Menguji organisasi secara keseluruhan dan kecocokan tiap pekerjaan
2. Menentukan bagaimana informasi analisa pekerjaan digunakan
3. Memilih jenis pekerjaan untuk diteliti
4. Mengumpulkan data dengan teknik analisis jabatan yang dapat diterima
5. Menyiapkan deskripsi tugas
6. Menyiapkan spesifikasi jabatan
• Prosedur analisis jabatan yang baik
Menurut Siegel & Lane : ada 3 jenis Prosedur analisis
1. Job Oriented Prosedur : anlisis menekan pada hasil spesifik atau hasil akhir pada jabatan terntentu misalnya pada pengarsipan surat2
2. Trait Oriented Prosedur : apda prosedur ini analisis menekankan pada kemampuan atau karakteristik yang mempengaruhi kerja yang memuaskan efektif.
3. Work Oriented : prosedur menekan pada apa yang dilakukan dalam (prilaku )oleh karyawan agar mendapatkan hasil yang tertentu : misalnya mengelola system arsip, mengoperasikan computer.
• Teknik analisis jabatan yang spesifik
- Analisis jabatan Fungsional (FJA)
Merupakan suatu system konseptual untuk mendifinisikan dimensi kegiatan karyawan dan metode untuk mengukur tingkat kegiatan karyawan.
- Position Analisys Quetionnaire (PAQ)
Metode analisis yang berorientasi pada karyawan
Menurut Ernest J Mc.Cormick 2 asumsi : Relative sedikitnya perilaku pekerjaan yang menduduki semua jabatan dan semua jabatan yang digambarkan dalam hal berapa banyak memasukan masing2 perilaku.
- Analisa Metode
Analisa yang memfokuskan pada perhatian pada analisis unsur2 pekerjaan yaitu unsure kecil yang bias didefinisikan sebagai pekerjaan.
Metode yang diperlukan :
a. Bagan Proses Alur (Flow Process Chart)
b. Bagan Mesin Pekerja
c. Work Sampling
• HUbungan analisa jabatan dengan perencanaan MSDM
a. Analisa jabatan
b. Pekerjaan dan tugas Evaluasi
- Syarat Individu
- Memilih TUgas pekerjaan, dan Struktur Pekerja
- Taksiran Potensial
- Penilaian Tugas
- Evaluasi Pekerja
- Kompensasi
• Kesimpulan
- Analisa jabatan harus dilaksanakan oleh para pemangku jabatan secara sistematis dari tugas, kewajiban, dan tanggung jawab yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan
- Produk akhir dari analisis jabatan : Uraian Jabatan dan Spesifikasi pekerjaan
- Perencanaan SDM yang matang : Rekruitment tenaga kerja, seleksi, kompensasi, pelatihan, dan pengembangan, penilaian kinerja, keamanan, dan kesehatan, serta hubungan serikat.
- Metode analisa jabatan : Observasi, Wawancara, angket, metode khusus tertentu dan analisa pekerjaan computer.
- Menurut EDWIN B.Flippo : suatu proses mempelajari dan mengumpulkan informasi2 yang berhubungan dengan operasi/pelaksanaan dan tanggung jawab suatu jabatan tertentu.
- Menurut Daniel C. Feldman dan Hugh J. Arnold : suatu analisis jabatan yang dapat dirumuskan sebagai suatu proses penentuan melalui pengamatan dan penyelidikan serta pelaporan informasi yang tepat sesuai dengan hakikat pekerjaan tertentu.
- Menurut Randall S. Schuller & Susan E. Jackson : analisis jabatan merupakan suatu proses penggambaran dan pencatatan informasi mengenai perilaku dan kegiatan pekerjaan.
• Pembahasan Tujuan Analisa jabatan
- Menciptakan SDM yang handal dalam menghadapi tantangan teknologi modern, 2 hal yang harus diperhatikan : penggunaan teknologi dan kenyamanan suasana kerja.
- Menurut Veitzal Rivai : tindakan manajemen yang diperlukan u/ mencapai tujuan
a. Evaluasi peran lingkungan terhadap pekerjaan individu
b. Kaji kembali kemungkinan ada persyaratan kerja yang usang
c. Ciptakan peraturan yang dapat menguntungkan semua pihak
d. Rancangan kebutuhan SDM masa depan
e. Sesuaikan antara jumlah pelamar dan pekerjaan yang tersedia
f. Rancangan kebutuhan pendidikan dan pelatihan
g. Rancang rencana pengembangan potensi karyawan
h. Tentukan standar kerja/ prestasi yang realistis
i. Penempatan karyawan sesuai dengan minat serta keahliannya
j. Berikan kompensasi wajar
• Pertimbangan Hukum
- dua tujuan yang cocok yaitu :
1.kepatuhan terhadap hokum (legal compliance) ketenagakerjaan
2.pengembangan landasan informasi sehat yang digunakan untuk membuat system MSDM efektif
• Pengumpulan system informasi
- Informasi pekerjaan dapat dikelompokan menjadi : Ekspor, Impor, Marketing, Account Officer, Customer Service, dan general administration Dept.
- Keuntungan secara eksternal : pembuktian kepada aparat pemerintah bahwa perusahaan telah mentaati berbagai ketentuan dan perundang2an di bidang ketenagakerjaan : UMR, Penyusunan Kuisioner, pengumpulan informasi.
• Sumber informasi yang digunakan
a. Pemegang jabatan atau pejabat yang berwenang
b. Supervisior
c. Analisa jabatan yang terlatih
d. Menyeleksi sumber-sumber informasi
• Metode pengumpulan informasi
- Metode yang telah terbukti digunakan : wawancara, pandangan para pejabat, atau karyawna senior, dan pemilik perusahaan, kuisioner, dan buku catatan adminstrasi harian, temuan auditor, gabungan dari teknik2 tersebut.
- Menurut Veitzhal Rivai : Pengamatan/observasi, Tanya jawab, pandangan pejabat atau atasan langsung, pengisian daftar pertanyaan, catatan kerja harian, serta teknik kombinasi.
• Langkah – langkah analisa jabatan
1. Menguji organisasi secara keseluruhan dan kecocokan tiap pekerjaan
2. Menentukan bagaimana informasi analisa pekerjaan digunakan
3. Memilih jenis pekerjaan untuk diteliti
4. Mengumpulkan data dengan teknik analisis jabatan yang dapat diterima
5. Menyiapkan deskripsi tugas
6. Menyiapkan spesifikasi jabatan
• Prosedur analisis jabatan yang baik
Menurut Siegel & Lane : ada 3 jenis Prosedur analisis
1. Job Oriented Prosedur : anlisis menekan pada hasil spesifik atau hasil akhir pada jabatan terntentu misalnya pada pengarsipan surat2
2. Trait Oriented Prosedur : apda prosedur ini analisis menekankan pada kemampuan atau karakteristik yang mempengaruhi kerja yang memuaskan efektif.
3. Work Oriented : prosedur menekan pada apa yang dilakukan dalam (prilaku )oleh karyawan agar mendapatkan hasil yang tertentu : misalnya mengelola system arsip, mengoperasikan computer.
• Teknik analisis jabatan yang spesifik
- Analisis jabatan Fungsional (FJA)
Merupakan suatu system konseptual untuk mendifinisikan dimensi kegiatan karyawan dan metode untuk mengukur tingkat kegiatan karyawan.
- Position Analisys Quetionnaire (PAQ)
Metode analisis yang berorientasi pada karyawan
Menurut Ernest J Mc.Cormick 2 asumsi : Relative sedikitnya perilaku pekerjaan yang menduduki semua jabatan dan semua jabatan yang digambarkan dalam hal berapa banyak memasukan masing2 perilaku.
- Analisa Metode
Analisa yang memfokuskan pada perhatian pada analisis unsur2 pekerjaan yaitu unsure kecil yang bias didefinisikan sebagai pekerjaan.
Metode yang diperlukan :
a. Bagan Proses Alur (Flow Process Chart)
b. Bagan Mesin Pekerja
c. Work Sampling
• HUbungan analisa jabatan dengan perencanaan MSDM
a. Analisa jabatan
b. Pekerjaan dan tugas Evaluasi
- Syarat Individu
- Memilih TUgas pekerjaan, dan Struktur Pekerja
- Taksiran Potensial
- Penilaian Tugas
- Evaluasi Pekerja
- Kompensasi
• Kesimpulan
- Analisa jabatan harus dilaksanakan oleh para pemangku jabatan secara sistematis dari tugas, kewajiban, dan tanggung jawab yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan
- Produk akhir dari analisis jabatan : Uraian Jabatan dan Spesifikasi pekerjaan
- Perencanaan SDM yang matang : Rekruitment tenaga kerja, seleksi, kompensasi, pelatihan, dan pengembangan, penilaian kinerja, keamanan, dan kesehatan, serta hubungan serikat.
- Metode analisa jabatan : Observasi, Wawancara, angket, metode khusus tertentu dan analisa pekerjaan computer.
MSDM 1
Fungsi Pokok MSDM
1. Planning : melaksanakan tugas2 didalam perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan, dan pemeliharaan SDM.
2. Organizing : menyusun suatu organisasi dengan mendisain struktur dan hubungan antara tugas2 yang harus dilakukan oleh tenagakerja yang dipersilahkan
3. Actuating : memberikan dorongan untuk menciptakan kemauan kerja yang dilaksanakan secara efektif dan efisien.
4. Controling: melakukan pengukuran antara kegiatan2 yang dilakukan dengan standar yang telah ditetapkan.
Pengertian manajemen.
Proses melakukan kegiatan melalui orang lain sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Pengertian SDM
Rekutasi / penarikan , penyelesaian, penempatan, indoktrinasi, pelatihan dan pengembangan sumber2 daya manusia, oleh dan dalam suatu perusahaan.
Tinjauan MSDM & Indonesia
1. Tanpa adanya standar yang jelas, misalnya dalam recruitment karyawan.
2. Belum menggunakan metode informasi tertentu untuk melihat prestasi.
3. Dalam menerima karyawan biasanya berdasarkan anggaran yang tersedia bukan pada kebutuhan.
4. Lebih mengutamakan pendidikan formal daripada prestasi.
5. Sering didasari pada senioritas yang muda harus menunggu gliran.
Inti dari MSDM
Ilmu seni untuk menarik, mengembangkan, memelihara tenaga kerja potensial sehingga dapat mencapai tujuan secara ekonomis pada kepuasan (Percaya pada diri sendiri).
Kedudukan Personalia secara keseluruhan
1. Melaksankan personal manajemen sedemikian rupa dengan tujuan menitik beratkan kepada pencapaian kompetensi kerja yang optimal
2. Memerlukan sumber2 manusianya
3. Mempertmukan keinginan perusahaan dengan potensi yang dimiliki oleh masing masing personal.
Peran manajemen personalia
1. Seorang manajer personalia harus menjadi contoh bagi karyawan lain
2. Sebagai counseller : pembimbing individu karyawan dalam organisasi
3. Sebagai mediator : penghubung antara karyawan dalam organisasi
4. Company : Sebagai Public Relation
5. Problem Solver : Pemecah masalah tentang tenaga kerjaan.
6. Check Agent : sebagai pembaharuan .
Perencanaan MSDM
I.tahapan Ekonomi
1.Kebijakan ketanagakerjaan tentang :
- Arah pembangunan ekonomi secara makro dan mikro
- Kebijakan Moneter, fiscal, ekspor, dan impor.
- Redistribusi asset produksi
- Akses permodalan
- Teknologi dan pemasaran
2. Otonomi Daerah
Perencanaan, pembangunan daerah masing2 yang berorientasi pada Resource Based dan keunggulan komperatif spesifik local.
3.Tingkat pertumbuhan Ekonomi
- Sector perairan yang tersisa 30 – 40 %
- Pemerataan usaha yang tidak merata
- Bagaimana tingkat daya beli masyarakat
4. Sistem Informasi
- Jumlah populasi penduduk
- Pasar input dan output tenaga kerja.
II.Pasar kerja
1.Komposisi populasi
- Jumlah usia penduduk
- Jenis kelamin
- Tingkat pendudukan
2. Permintaan terhadap barang dan jasa : penawaran dan permintaan.
3. Sifat teknologi produksi
4. Partisipasi angkatan kerja
5. Tingkat upah : kondisi social ekonomi masyarakat.
- Etos kerja
- Kultur atau budaya
- gender
III.Penentu Permintaan Tenaga kerja
- tingkat upah
- tingkat pendidikan / keterampilan tenaga kerja
- sifat teknologi produksi
- kapasitas produksi dan keuntungan perusahaan.
IV.Pergeseran Kondisi Keahlian.
- Program pendidikan nasional
- Pengetahuan dan keahlian lulusan pendidikan
- Keahlian penawaran tenaga kerja
- Krisis ekonomi : sehingga semakin besar inflasi semakin sulit dari daya beli masyarakat.
V.Kompetensi SDM
- Knowledgeable : pengetahuan yang dimiliki.
- Skillfull : memiliki pengetahuan yang siap pakai (belum menghasilkan yg terbaik)
- Proficient : mampu melakukan dan menghasilkan yang terbaik
- Teacher : mampu berperan meningkatkan anak buah / orang lain
- Consultant : mampu berperan mengidentifikasi masalah.
1. Planning : melaksanakan tugas2 didalam perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan, dan pemeliharaan SDM.
2. Organizing : menyusun suatu organisasi dengan mendisain struktur dan hubungan antara tugas2 yang harus dilakukan oleh tenagakerja yang dipersilahkan
3. Actuating : memberikan dorongan untuk menciptakan kemauan kerja yang dilaksanakan secara efektif dan efisien.
4. Controling: melakukan pengukuran antara kegiatan2 yang dilakukan dengan standar yang telah ditetapkan.
Pengertian manajemen.
Proses melakukan kegiatan melalui orang lain sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Pengertian SDM
Rekutasi / penarikan , penyelesaian, penempatan, indoktrinasi, pelatihan dan pengembangan sumber2 daya manusia, oleh dan dalam suatu perusahaan.
Tinjauan MSDM & Indonesia
1. Tanpa adanya standar yang jelas, misalnya dalam recruitment karyawan.
2. Belum menggunakan metode informasi tertentu untuk melihat prestasi.
3. Dalam menerima karyawan biasanya berdasarkan anggaran yang tersedia bukan pada kebutuhan.
4. Lebih mengutamakan pendidikan formal daripada prestasi.
5. Sering didasari pada senioritas yang muda harus menunggu gliran.
Inti dari MSDM
Ilmu seni untuk menarik, mengembangkan, memelihara tenaga kerja potensial sehingga dapat mencapai tujuan secara ekonomis pada kepuasan (Percaya pada diri sendiri).
Kedudukan Personalia secara keseluruhan
1. Melaksankan personal manajemen sedemikian rupa dengan tujuan menitik beratkan kepada pencapaian kompetensi kerja yang optimal
2. Memerlukan sumber2 manusianya
3. Mempertmukan keinginan perusahaan dengan potensi yang dimiliki oleh masing masing personal.
Peran manajemen personalia
1. Seorang manajer personalia harus menjadi contoh bagi karyawan lain
2. Sebagai counseller : pembimbing individu karyawan dalam organisasi
3. Sebagai mediator : penghubung antara karyawan dalam organisasi
4. Company : Sebagai Public Relation
5. Problem Solver : Pemecah masalah tentang tenaga kerjaan.
6. Check Agent : sebagai pembaharuan .
Perencanaan MSDM
I.tahapan Ekonomi
1.Kebijakan ketanagakerjaan tentang :
- Arah pembangunan ekonomi secara makro dan mikro
- Kebijakan Moneter, fiscal, ekspor, dan impor.
- Redistribusi asset produksi
- Akses permodalan
- Teknologi dan pemasaran
2. Otonomi Daerah
Perencanaan, pembangunan daerah masing2 yang berorientasi pada Resource Based dan keunggulan komperatif spesifik local.
3.Tingkat pertumbuhan Ekonomi
- Sector perairan yang tersisa 30 – 40 %
- Pemerataan usaha yang tidak merata
- Bagaimana tingkat daya beli masyarakat
4. Sistem Informasi
- Jumlah populasi penduduk
- Pasar input dan output tenaga kerja.
II.Pasar kerja
1.Komposisi populasi
- Jumlah usia penduduk
- Jenis kelamin
- Tingkat pendudukan
2. Permintaan terhadap barang dan jasa : penawaran dan permintaan.
3. Sifat teknologi produksi
4. Partisipasi angkatan kerja
5. Tingkat upah : kondisi social ekonomi masyarakat.
- Etos kerja
- Kultur atau budaya
- gender
III.Penentu Permintaan Tenaga kerja
- tingkat upah
- tingkat pendidikan / keterampilan tenaga kerja
- sifat teknologi produksi
- kapasitas produksi dan keuntungan perusahaan.
IV.Pergeseran Kondisi Keahlian.
- Program pendidikan nasional
- Pengetahuan dan keahlian lulusan pendidikan
- Keahlian penawaran tenaga kerja
- Krisis ekonomi : sehingga semakin besar inflasi semakin sulit dari daya beli masyarakat.
V.Kompetensi SDM
- Knowledgeable : pengetahuan yang dimiliki.
- Skillfull : memiliki pengetahuan yang siap pakai (belum menghasilkan yg terbaik)
- Proficient : mampu melakukan dan menghasilkan yang terbaik
- Teacher : mampu berperan meningkatkan anak buah / orang lain
- Consultant : mampu berperan mengidentifikasi masalah.
Wednesday, June 24, 2009
Visi Misi
Balance scorecard di turunkan dari visi misi organisasi. Setiap organisasi, apapun jenisnya baik organisasi non profit maupun organisasi yang mencari keuntungan memiliki visi misi yang menjadi ruh dalam setiap aktivitas organisasi tersebut. Dari visi misi organisasi ini di turunkan menjadi kumpulan action organisasi. Set of action itulah yang diukur dalam Kpi-Kpi untuk mendapatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.
Visi misi organisasi menjawab beberapa pertanyaan penting seperti: mengapa organisasi tersebut ada ? Siapa yang memerlukan organisasi ini ? Apa yang bisa diberikan organisasi kepada stakeholder ? Apa yang membuat organisasi ini berbeda dengan organisasi yang sejenis ? Pernyataan visi misi organisasi haruslah jelas, tidak terlalu abstrak serta mudah di mengerti. Visi misi menjelaskan role organisasi. Pernyataan visi misi organisasi harus luas untuk perkembangan dan pertumbuhan organisasi namun cukup untuk membuat jalannya organisasi tetap fokus dan terkendali.
Sering kali pernyataan visi misi organisasi kurang tepat menggambarkan tujuan organisasi sehingga sering di jumpai adanya kesulitan pada saat melakukan deploy visi misi menjadi set of action yang akan digunakan untuk mengukur kinerja organisasi dengan menggunakan metode balance scorecard.
Visi
Visi menggambarkan tujuan atau kondisi dimasa depan yang ingin dicapai. Visi memberikan gambaran yang jelas dimasa mendatang yang bisa dilihat oleh customer, stakeholders, dan employee.
Pernyataan visi yang bagus tidak hanya menginspirasikan dan menantang, namun juga sangat berarti sehingga setiap pegawai bisa menghubungkan tugas yang dilakukanya dengan visi. Pernyataan visi harus mampung menjadi inspirasi dalam setiap tindakan yang dilakukan setiap pegawai. Yang paling penting pernyataan visi harus measurable, terukur sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah tindakan yang dilakukannya dalam rangka mencapai visi organisasi atau tidak.
Pernyataan visi yang baik harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:
* Succinct
Pernyataan visi harus singkat sehingga tidak lebih dari 3-4 kalimat.
* Appealing
Visi harus jelas dan memberikan gambaran tentang masa depan yang akan memberikan semangat pada customer, stakeholder dan pegawai.
* Feasible
Visi yang baik harus bisa dicapai dengan resource, energi, waktu. Visi haruslah menyertakan tujuan dan objective yang strecth bagi pegawai.
* Meaningful
Pernyataan visi harus bisa menggugah emosi positif pegawai namun tidak boleh menggunakan kata-kata yang mewakili sebuah emosi.
* Measurable
Pernyataan visi harus bisa diukur sehingga dimungkinkan untuk melakukan pengukuran kinerja sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah visi sudah bisa dicapai atau belum. Sebagai contoh visi SCTV “satu untuk semua” yang berarti acara-acara SCTV harus bisa dinikmati semua kalangan, semua umur mulai balita sampai manula, cukup dengan melihat SCTV kebutuhan orang terhadap informasi & hiburan dan lain-lain bisa dipenuhi.
Visi misi organisasi menjawab beberapa pertanyaan penting seperti: mengapa organisasi tersebut ada ? Siapa yang memerlukan organisasi ini ? Apa yang bisa diberikan organisasi kepada stakeholder ? Apa yang membuat organisasi ini berbeda dengan organisasi yang sejenis ? Pernyataan visi misi organisasi haruslah jelas, tidak terlalu abstrak serta mudah di mengerti. Visi misi menjelaskan role organisasi. Pernyataan visi misi organisasi harus luas untuk perkembangan dan pertumbuhan organisasi namun cukup untuk membuat jalannya organisasi tetap fokus dan terkendali.
Sering kali pernyataan visi misi organisasi kurang tepat menggambarkan tujuan organisasi sehingga sering di jumpai adanya kesulitan pada saat melakukan deploy visi misi menjadi set of action yang akan digunakan untuk mengukur kinerja organisasi dengan menggunakan metode balance scorecard.
Visi
Visi menggambarkan tujuan atau kondisi dimasa depan yang ingin dicapai. Visi memberikan gambaran yang jelas dimasa mendatang yang bisa dilihat oleh customer, stakeholders, dan employee.
Pernyataan visi yang bagus tidak hanya menginspirasikan dan menantang, namun juga sangat berarti sehingga setiap pegawai bisa menghubungkan tugas yang dilakukanya dengan visi. Pernyataan visi harus mampung menjadi inspirasi dalam setiap tindakan yang dilakukan setiap pegawai. Yang paling penting pernyataan visi harus measurable, terukur sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah tindakan yang dilakukannya dalam rangka mencapai visi organisasi atau tidak.
Pernyataan visi yang baik harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:
* Succinct
Pernyataan visi harus singkat sehingga tidak lebih dari 3-4 kalimat.
* Appealing
Visi harus jelas dan memberikan gambaran tentang masa depan yang akan memberikan semangat pada customer, stakeholder dan pegawai.
* Feasible
Visi yang baik harus bisa dicapai dengan resource, energi, waktu. Visi haruslah menyertakan tujuan dan objective yang strecth bagi pegawai.
* Meaningful
Pernyataan visi harus bisa menggugah emosi positif pegawai namun tidak boleh menggunakan kata-kata yang mewakili sebuah emosi.
* Measurable
Pernyataan visi harus bisa diukur sehingga dimungkinkan untuk melakukan pengukuran kinerja sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah visi sudah bisa dicapai atau belum. Sebagai contoh visi SCTV “satu untuk semua” yang berarti acara-acara SCTV harus bisa dinikmati semua kalangan, semua umur mulai balita sampai manula, cukup dengan melihat SCTV kebutuhan orang terhadap informasi & hiburan dan lain-lain bisa dipenuhi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
