Saturday, March 26, 2011

Mejik dua

I. A. Analisa eksternal

Lingkungan Fakta Opini
- Ekonomi
- Sosial
- Politik
- Teknologi
- Ekologi
- Pesaing
- Pemasok
- Pelanggan
- Produk substitusi
B. Analisa Internal
- Pemasaran
- Keuangan
- Operasional
- Personalia
- Produksi
- Riset dan Pengembangan

C. Penentuan strategi umum
1. Strategi Agresif
- Pertumbuhan terkonsentrasi : strategi yang memfokuskan seluruh sumber daya pada pertumbuhan suatu produk atau pasar
- Integrasi Horizontal : Mengakuisi perusahaan sejenis
- Integrasi Vertikal : mengakuisisi perusahaan pemasok
- Pengembangan Produk : mengembangkan identitas dari produk
- Pengembangan Pasar : mengembangkan pasar yang sudah ada

2. Strategi Berbenah Diri
- Patungan : Patungan dana dengan Perusahaan sejenis
- Aliansi Stratejik : melakukan kerjasama yang sifatnya sementara untuk meraih peluang yang sifatnya lepas
- Konsorsium : Melakukan kerjasama dengan banyak perusahaan melalui suatu hubungan raksasa.

3. Strategi Diferensiasi
- Diversifikasi konsentrik : Mendirikan atau mengakuisisi perusahaan yang berkaitan dari segi produk teknologi atau pasar
- Diversifikasi konglomerat : mendirikan atau mengakusisi perusahaan yang tidak berkaitan
- Inovasi : meluncurkan produk, teknologi, pasar yang baru

4. Strategi Defensif
- Divestasi : Menjual sebagian perusahaan menjual sebagian perusahaan yang tidak menguntungkan atau yang tidak mempunyai harapan untuk dipertahankan
- Likuidasi : menjual seluruh perusahaan


II. Penempatan Strategi PT. Marcopolo
- Peluang - Kekuatan
- Ancaman - Kelemahan

- Analisa Pembobotan Peluang dan Ancaman
- Lingkungan Internal

3. Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yaitu :

1. Tanda tanya (Question Mark)
Divisi dalam kuadran I memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Biasanya kebutuhan kas perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah. Bisnis ini disebut tanda tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya.

2. Bintang (Star)
Bisnis di kuadran II (disebut juga Bintang) mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya. Integrasi ke depan, ke belakang, dan horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan joint venture merupakan strategi yang sesuai untuk dipertimbangkan divisi ini.

3. Sapi perah (Cash Cow)
Divisi yang berposisi di kuadran III memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin. Pengembangan produk atau diversifikasi konsentrik dapat menjadi strategi yang menarik untuk sapi perah yang kuat. Tetapi, ketika divisi sapi perah menjadi lemah, retrenchment atau divestasi lebih sesuai untuk diterapkan.

4. Anjing (Dog)
Divisi kuadran IV dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan

Saturday, February 12, 2011

MeJik satu

Bab I Pendahuluan
• Makna Strategi
Strategi berasal dari kata yunani yang berarti Strategos : Kepemimpinan
Tujuan strategi : ilmu untuk meruntuhkan pesaing atau lawan pemimpin harus membuat rencana , keputusan dan tindakan berdasarkan pemahaman keadaan eksternal dan internal.

Exsternal : peluang dan ancaman (meliputi posisi, kekuatan SWOT, terjadi perubahan keadaan : hal ini dilakukan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang akan dihadapi.

Internal : kekuatan dan kelemahan (meliputi sumberdaya yang tersedia, karakteristik semangat hal itu dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan.

Menurut F. Gleuck dan Lawrence R Jauch : sebuah rencana yang disatukan, luas dan terintegrasi yang menghubungkan keunggulan perusahaan dengan tantangan lingkungan serta dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi.

Strategi : suatu pola untuk membuat rencana dengan mengamati dan memperkirakan keadaan lingkungan Eksternal dan Internal untuk mencapai suatu tujuan.

Teori Kebutuhan ABRAHAM
1. Psikologis
2. Aman
3. Sosial
4. Harga diri
5. Jati diri

Pola Strategi : Penetapan tujuan yang ingin dicapai, mengamati dahulu keadaan eksternal meliputi keadaan peluang dan ancaman serta keadaan internal meliputi kekuatan dan kelemahan. Dari pengamatan tersebut kita tentukan keputusan yang terbaik untuk mencapai tujuan maka selanjutnya dilakukan tindakan untuk pencapaian tujuan.

Menurut J salusu : strategi adalah usaha untuk mencapai tujuan dengan melihat dan memadukan lingkungan eksternal serta internal sehingga menghasilkan rencana, keputusan dan tindakan yang tepat.

•Definisi Manajemen Strategi
Menurut Lawrence R Jauch : Arus keputusan dan tindakan yang mengarahkan pengembangan suatu strategi yang efektif atau strategi untuk mencapai sasaran perusahaan.
Proses manajemen strategis : suatu cara bagaimana suatu strategi menentukan sasaran dan membuat keputusan strategis.

Menurut L.Wheelen & J David hunger : serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang termasuk formulasi strategi, implementasi, dan evaluasi

Menurut Suwarsono : usaha manajerial menumbuhkembangkan kekuatan perusahaan untuk mengexploitasi peluang bisnis yang muncu guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan.

• Manfaat Manajemen strategi
1. Memberi arah pencapaian tujuan organisasi perusahaan
2. Mengantisipasi perubahan
3. Membantu memikirkan kepentingan berbagai pihak
4. Meningkatkan keterlibatan berbagai pihak
5. Menghindari tumpang tindih kegiatan
6. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi

BAB II VISI, MISI, dan Tujuan
Sasaran (Djaslim saladin): apa yang diinginkan perusahaan / organisasi
Menurut Gregory sasaran terbagi menjadi :

Visi : Kerangka acuan dan presfektif sebagai satu kesatuan yang tercermin dalam kegiatan nyata
Konsep sentral pengembangan perusahaan di masa depan.
Misi : merupakan tugas dan prinsip pokok dalam mewujudkan visi Merupakan pernyataan ruang lingkup bisnis yaitu produk, pasar, luas, geografis pada saat ini dan yang akan datang
Tujuan : sasaran yang spesifik dan berbatas waktu.

• Analisa Lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang tak dapat dikendalikan oleh perusahaan yang dapat dianalisis dengan profil analisis peluang dan ancaman atau ETOP.

1. Lingkungan Jauh : memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan, tetapi pengaruhnya tidak langsung.

- Faktor ekonomi : factor – factor yang mempengaruhi aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Terdiri dari : tingkat pendapatan masyarakat, Inflasi, Kesempatan kerja, fluktuasi penawaran, dan permintaan, jumlah uang beredar, tingkat suku bunga, tingkat pertumbuhan ekonomi.

- Faktor social : factor – factor yang mempengaruhi aktivitas hubungan sesame manusia, terdiri dari Kepercayaan, nilai, sikap, opini, gaya hidup, cultural, demografi, agama, pendidikan etnik.

- Faktor Politik : factor yang mempengaruhi aktivitas kekuasaan dan bernegara, penetapan undang-undang, peraturan, dan kebijakan pemerintah.

- Faktor teknologi : factor yang mempengaruhi aktivitas pembuatan produk

- Faktor Ekologi : factor yang mempengaruhi aktivitas hubungan manusia dengan lingkungannya.

2. Lingkungan Industri : lingkungan yang terdiri dari perusahaan – perusahaan yang menghasilkan produk yang sejenis. Sehingga akan menimbulkan persaingan karena barang yang sejenis.

Kekuatan yang mempengaruhi perusahaan dalam lingkungan industry
-Tingkat persaingan dalam industry
- Kekuatan tawar pembeli
- Kekuatan tawar pemasok
- Hambatan masuk pendatang
- Ancaman produk substitusi

3. Lingkungan Operasional : lingkungan yang langsung berhubungan dengan perusahaan :
Pesaing : Perusahaan yang memproduksi barang sejenis
Kreditor : pemasok dana bagi perusahaan untuk mengembangkan perusahaan
Pelanggan : penentu eksistensi perusahaan
Pemasok : penyedia bahan kegiatan perusahaan .

• Analisa Lingkungan Internal
Lingkungan Internal adalah lingkungan yang dapat dikendalikan oleh perusahaan

Aspek kunci adalah aspek yang mempengaruhi kinerja perusahaan / factor strategis yang sangat penting.

>Tahap pertama : identifikasi factor strategis yang sangat penting melalui ancangan fungsi dan ancangan nilai.

- Ancangan fungsi : Menilai perusahaan berdasarkan fungsi-fungsi manajeman seperti Pemasaran, keuangan, produksi, personalia, litbang.

- Ancangan Nilai : Menilai perusahaan berdasarkan proses
1. Logistik kedalam : menerima dan menyimpan input
2. Operasi : untuk menciptakan produk
3. Logistik keluar : menympan dan mendistribusikan produk
4. Pemasaran : aktivitas pemasaran seperti promosi , penjualan, penentuan harga
5. Pelayanan : aktivitas melayani pelanggan

- Perbedaan ancangan fungsi dan ancangan nilai : jika ancangan fungsi semua aktivitas dikoordinasikan dulu pada fungsi-fungsi manajeman lalu baru ke pelanggan, kalau ancangan nilai semua terpadu untuk langsung ke pelanggan.

Tahap kedua : analisa factor – factor tsb pada perusahaan dan pesaing utama berdasarkan pada posisi keunggulan bersaing, persyaratan bisnis pokok, kelemahan perusahaan.


Saturday, December 4, 2010

Plan Bisinis

Memulai Usaha Baru

Action untuk memulai usaha baru
Semua proses yang akan di laksanakan

Hal praktis dalam mulai usaha
1.Memilih nama dan membuat logo. Jangan terlalu panjang, mudah di ingat, simple, mudah di ucapkan tapi ada artinya
- terdapat hal hal yang sangat prinsipil dalam membuat nama dan logo karena peran strateginya di kemudian hari
- Nama dan logo anda akan diingat selamanya serta memiliki karakter yang akan menunjang keberhasilan bisnis anda.
- Tips Praktis:
+ pilihlah nama yang mudah diingat sesuai dengan industri anda.
+ Perhatikan apakah nama yang anda ciptakan sudah ada yang memiliki (terutama di lingkungan sekitar) atau sangat umum karma akan berdampak pada brand anda.
+ Buatlah logo yang sesuai dengn citarasa anda sebagai owner
+ buatlah agar ia mengandung sebuah cita cita yang bias bercerita
+ Citrakanlah ke dalam masyarakat melalui story telling, iklan, dsb.
+ menerjemahkan nama sebagai logo.

2. Memilih tempat usaha
rambu rambu yang di perhatikan :
- jika usaha anda tidak pernah di datangi pelanggan, maka lakukanlah operasional dari rumah (misalnya kos) saja. Untuk alamat anda bias menyewa alamat usaha baik yang resmi, misalnya digital office maupun di tempat teman anda.
- Jika anda harus berada di lokasi tertentu, cari kemungkinan anda bias menyewa dengan harga miring seperti lantai 2 pada sebuah ruko.

3. Membeli Perlengkapan
Tips:
- jika memungkinakan, beli semua perlengkapan yang second hand.
- Lakukan renovasi kecil seperti memperbaiki bagiab bagian yang rusak dan lakukan pengcatan agar kembali tampak baru.
- Jika anda tidak ahli pertukangan, cari tukang yang mau dibayar harian, anda sendiri membeli bahan bahannya.
- Untuk barang barang elektronik yang harus baru, janganlan membeli premium brand. Anda cukup membeli kualitas korea atau produk dalam negeri.pastikan barang itu bergaransi minimal setahun segingga anda aman menggunakannya selama setahun.
- Untuk barang pecah belah, jika kebutuhan anda adalah design dan warna

4. Pemenuhan terhadap mesindan alat alat produksi
- sebelum membeli perlengkapan, periksalah sebaik baiknya usaha dan keahlian anda berkisar pada produksinya atau krestifnya?
- Jika pada proses kretifnya maka dapat menggunakan outsourcing

Fokuslah pada keahlian utama
- Prinsip utama dalam berbisnis adalah jika bias sewa sebaiknya tidak usah beli.
- Jika bias dikerjakan secara outsourcing (misalnya fotocopy) tidak usah sewa apalagi beli.
- Jika anda harus menyewa, pastikan semua sperpats dan service sudah termasuk dalam harga sewa (karena bagian inilah yang paling mahal).
- Cari kemungkinan anda bias melakukan cicilan lunak dengan down payment (uang muka) yang rendah jika anda harus harus membeli.

5. Merekrut pegawai
- Bagian agak krusial / vital, karena anda harus memilih orang orang yang akan menggerakan usaha anda.
- Tiga kategori pegawai untuk bisnis baru:
a. Fronliners
b. Sales
c. Management.

Merekrut Pegawai Frontliner
- Pelajari karakteristik pekerja pada industri sejenis, berapa dan bagaimana skema gajinya.
- Pastikan pegawai anda akan memiliki pekerjaan yang cukup sibuk
- Utamakan reperensi dari teman/ saudara agar bisa mengikat pegawai.
- Lakukan wawancara langsung untuk memastikan karyawan itu sesuai dengan tugasnya.
- Lakukan test.
- Jika cukup secara informan tidak usah menggunakan kontrak kerja.
- Merekrut Pegawai Sales : Pelajari Sales person.

6. Melakukan training persiapan dan uji coba.
- untuk menghasilkan produk/ jasa maksimal, para pegawai harus melalui tahap latihan & uji coba.

Tips :
- Ada/ tidak ada pegawai anda harus melakukan uji coba, undang teman dekat untuk mencoba.
- Jika anda memiliki pegawai, latihlah mereka mengerjakan tugas mereka dalam keadaan ramai (Under Pressur) misal menyajikan makanan dalam waktu cepat.
- Lakukanlah pencatatan waktu dan kendala yang dialami untuk didiskusikan dengan mereka.

Usaha yang baru memerlukan promosi yang di persiapkan dengan matang.
Jika logosudah final, maka langkah selanjutnya adalah membuat turunannya seperti:
- kop surat,
- Stempel
- Brosur (Jika perlu)
- Display & neon sign jika usaha anda adalah retail atau rumah makan.
- Kemasan dan alat penunjang tas plastic.

Pilihlah legalitas usaha, formal / non formal.
Peresmian :
- mengundang teman/ kerabat
- dengan tumpengan
- undang tetangga sekitar tempat anda buka usaha.

Belajar dari Common Mistakes.
- Pengalaman adalah guru yang paling baik.
- Hal hal yang perlu di perhatikan
- Membuat uasa bisnis secara legal di tahap awal/ terburu buru pada bulan pertama.
- Tidak melakukan riset mendalam.

Rencana Bisnis

Road Map = Peta Jalan
Tujuan pembelajaran = mampu membuat suatu rencana bisnis dengan menuangkan ide bisnis dalam bentuk dokumen sederhana yang tertulis.

Pertimbangan pembuatan Rencana bisnis
- resiko bisnis
- Kerumitan Proses produksi dan transaksi
- Pembaca rencana bisnis (Investor, Bank, Karyawan)
- Langkah awal menjadi wirausaha
- Alat Bantu dalam mensistemasikan logika bisnis.

Perbedaan antara rencana bisnis dan Business Planning:

Rencana Bisnis : pembentukan organisasi baru, sederhana.
Bussiness Planing : pengembangan organisasi produk/ jasa yang dimiliki sangat komplek.

Pengertian bisnis:
- Things to do
- Transaction = Lets di business
- An organization that provides goods & services to earn profits
- Activity and enterprise that provides goods and services that a society ready.
Rencana bisnis atas dokumen tertulis yang merinci seluk beluk usaha/ bisnis mencakup informasi status saat ini, kebutuhan mendatang dan hasil yang diharapkan dari usaha / bisnis tersebut.

Rencana bisnis – Situasional

Rencana bisnis akan cepat menjadi usang => Enterprenuer harus bisa bertindak cepat tetapi juga harus sabar dan ulet.

Rencana Bisnis yang baik:
- Singkat & padat
- Terorganisir rapi dengan penampilan menarik
- Rencana yang menjanjikan
- Hindari melebih lebihkan projek
- Kemukakan resiko resiko bisnis yang signifikan
- Tim terpercaya dan efektif
- Fokus => produknya apa
- Target pasar
- Realistis (bisa di realisasikan)
- Spesifik

Hal mendasar
- Awali dengan ide bisnis yang kita suka
- Ide bisnis sebagai jawaban
- Cara menghasilkan laba
- Siapa pembeli produk anda
- Dana untuk memulai bisnis

Komponen rencana bisnis
1. Ringkasan eksekutif
- Konsep Bisnis
- Misi Perusahaan
- Produk / Jasa
- Persiangan => bagaimana persaingan di daerah itu
- Target dan ukuran pasar => Pasar mana
- Strategi pemasaran
- Tim Manajemen => siapa saja
- Keuangan => modalnya dari mana

2. Deskripsi bisnis (gambaran perusahaan)
- Identitas perusahaan : Nama, lokasi, badan hokum
- Visi & Misi perusahaan
- Gambaran sekilas tentang produk atau jasa
- Perkembangan s/d saat ini => perkembangan persiapan usaha
- Status Hukum dan kepemilikan

3. Strategi pemasaran
- Trend dan pertumbuhan indutri
- Gambaran pasar
- Ukuran dan tren pasar
- Peluang Strategis => yang ditujunya siapa
- Karakteristik Pasar

4. Analisis persaingan
- Pesaing => siapa
- posisi dalam persaingan
- Distribusi pangsa pasar
- Kelebihan disbanding pesaing

5. Rencana Design dan Pengembangan (R & D)
- Tujuan usaha jangka panjang
- Strategi
- Sasaran dan jadwal pencapaian
- Evaluasi Resiko
- Exit Plan

6. Rencana Operasi dan manajemen
- Fasilitas => apa saja yang dipakai
- Proses produksi => membuat sendiri atau ngambil dari orang
- Pengendalian persediaan
- Pasokan & Distribusi => bahan baku / barang jadi
- R&D / pengembangan produk => Deferensiasi
-Kontrol keuangan
- Tim Manajemen => karyawannya siapa, ownernya siapa.

7. Analisis rencana Keuangan.
- Proyeksi pendapatan => dalam 1 hari dapat berapa
- Proyeksi aliran kas
- Neraca
- Sumber Modal & Penggunaan
- Asumsi yang digunakan
- Analisis Break even => di tahun / bulan keberapa


Saturday, October 30, 2010

Kewirus

Kewirausahaan

Bab 1
Karakteristik

Wira → Unggul, Berani, pahlawan kemajuan, tangguh

Menjadi Wira Usaha
UMKM adalah andalan Indonesia ketika mengalami Krisis 1997, mesko dikelola dengan sederhana, pada saat itu mereka telah mengambil peran besar.

Pada tahun 1998, Konglomerasi → Bangkrut
UMKM → Naik / Bertahan
Mengapa demikian? Karma konglomerasi harus membayar tenaga kerja yang banyak & Cost nya jadi tinggi, sedangkan UMKM masih bertahan karena Cost nya tidak tinggi.

Ekonomi UMKM menjadi tumpuan dan menjadi pilihan peting bagi para sarjana untuk hidup lebih sejahtera.

UMKM = Usaha Mikro Kecil Menengah
SOP = Standar Operasional Perusahaan

Karakteristik
Kecil

Positif
1. Tahan Banting
2. Flexibel
3. Mandiri
4. Efisien (dikerjakan seluruh anggota Keluarga
5. Self (or Family) Financing

Negatif
1. Informal
2.Skala Ekonomi Rendah
3. Tidak ada standard an SOP
4. Belum menerapkan prinsip management
5. Tidak disiapkan untuk menjadi besar atau tumbuh
6. Pengembangan terbatas

Angkatan Kerja = 18 th ke atas

Jumlah Usaha di Indonesia

• Usaha Mikro = 50.700.000
• Usaha kecil = 520.220 Jumlah Usaha (unit)
• Usaha menengah = 39.660
• Usaha Besar = 4.370

Suatu Negara dikatakan maju apabila terdapat 2 – 4 % pengusaha.

Seorang Wirausaha
• Menggeluti usaha tidak sekedar ala kadarnya, akan tetapi dengan kebranian, kegigihan sehingga usahanya tumbuh.
• Bersahabat dengan KETIDAKPASTIAN
• Menjalankan usaha yang rill, bukan spekulatif (Contoh Valas / saham)

Usaha yang sesungguhnya:
• Didasarkan motif untuk melayani dan memperoleh kemandirian,
• Dengan ketulusan, kerja keras, dan inovasi
• Bukan jalan pintas, cara cepat menjadi kaya
• Membangun secara bertahap
• Menjaga nama baik, membangun reputasi
• Bukam sekedar Passive income, tetapi rill
• Pendidikan, persahabatan, spiritualitas sangat penting.

-Illusionary Wealth
(Wealth = money) Intrinsic Wealth
(Kehidupan yang didapat dari spekulasi).
• Tingkat pengembalian
(rate of return), kinerja ekonomi (ecomomic performance), peringakat (rating & scoring)
•Asset yang terus meningkat nilainya, penampilan yang berlebih (over valued assers, handsome performance

-Intrinsic Wealth
(Wealth = well Being)
• ( kehidupan yang artistic, spiritual, intellectual).
• Kontribusi ekonomi dalam jangka panjang terhadap manusia dalam habitatnya.


Kata Kunci
Tumbuh :Ingatlah tujuan hidup kita bukanlah menjadi kaya melainkan tumbuh, untuk tumbuh anda harus percaya, mau, mampu, dan dipelihara.
Kaya adalah akibat bukan tujuan, kaya yang bermartabat bukan sekedar kaya yaitu kaya melalui proses kemandirian (kewirausahaan).

Ketidakpastian
• Karyawan : menolak ketidakpastian, butuh rasa aman dan nyaman.
• Wirausaha : bersahabat dengan ketidakpastian (uncertainities) artinya kl tidak bekerja keras, berani menghadapi resiko rugi, tidak bisa memberi makan keluarga dan karyawan)

Entrepreneurial Mindset
• Action oriented ( berorientasi pada aksi)
• Berfikir simple
• Selalau mencari peluang baru
• Mengejar peluang dengan disiplin tinggi ( mencari peluang Bisnis)
• Hanya mengambil peluang terbaik
• Fukos pada eksekusi
• Memfokuskan energi setiap orang dalam Bisnis.

Pilihan entrepreneur ship
• Karyawan : bekerja pada orang lain, professional executive (decision maker)
• Entrepreneur : karyawan dengan jiwa kewirausahaan (inovatif dan tajam dalam melihat peluang). Yang dicari adalah kemerdekaan dan akses terhadap resources
• Entrepreneur memiliki usaha yang dikembangkan sendiri mengambil resiko
• Social entrepreneur : pelaku kegiatan social berwatak entrepreneur
• Eco- preneur : wirausaha dalam bidang lingkungan hidup.

Bab II
Berfikir Perubahan

Hambatan persepsi memulai usaha
• Merasa sudah terlalu tua atau terlalu muda
• Tidak berbakat
•Tidak punya modal atau uang

Yang harus dilakukan untuk memulai Bisnis yaitu 3 M:
• Motivasi
• Mindset
•Make it (Just do it)


Bab III
Berfikir Kreatif
Tujuan :
• Mengenalkan kreativitas sebagai modal penting sebagai seorang kewirausahaan.
• Menjelaskan hambatan berfikir kreatif yang dapat menghemat progress sebuah usaha
• Mengenalkan cara mengukur potensi kreatif
•Mengenalkan cara meningkatkan kreatif dan membebaskan diri dari belenggu

Berfikir kreatif;
• Melihat dengan sudut pandang baru
• Menemukan hubungan baru (relationship)
• Membentuk kombinasi baru

Contoh : memandang kegagalan sebagai sukses yang tertunda, bukan kegagalan sebagai alasan untuk frustasi berat.
Sulosi ; bagaimana cara kita memandang suatu masalah melalui pola pikir yang positif.
Ciri:
Pemikir kreatif selalu bertanya
SCUMPS
Shape → bentuk Material→ bahan
Colour → warna Part →
Use → kegunaan Size →



Bab IV
Berorientasi Pada Tindakan
Tujuan :
• Mempelajari salah satu tindakan / karakter yang perlu dikembangkan sebagai calon wirausahawan yaitu senantiasa berorientasi pada tindakan.
• Memahami tindakan dan sikap yang dimiliki untuk dapat menjadi pribadi yang berorientasi pada tindakan.
Ciri ciri pengusaha :
• Mampu mengambil keputusan dan betindak cepat dan tepat.
• Orientasi pada PDCA (Plan, Do, Check, and Action)
• Menghindari : NATO (No Action talk only)→ Hasil : gossip
NADO (No Action deram Only) → Hasil : Visi, karya seni
NACO (No Action Concep Only) → Hasil: Falsapah

- 8th Habits of higly Efective People (Stephen Covey)
1. Proaktif
• Mengambil inisiatif untuk bertindak.
2. Bermula dari ujung pemikiran
• Tidak sekedar tujuan, tetapi tujuan yang benar
• Agar mencapai tujuan yang benar, tentukan visi pribadi hidup anda yang menggambarkan tujuan dan citra diri
• Misi pribadi ditemukan melalui serangkaian tindakan atau kejadian kejadin pahit sehingga membentuk kebajikan dan filusufi.
Kebaikan dapat diperoleh melalui tahapan berikut:
• Pengindera Fisik → Anugerah
• pengalaman Hidup → Sejarah
• Keilmuan ( Validity / Reality ) → Pembelajaran
• Kebajikan → Filusufi
Agar Mempunyai Intuisi → matangkan pengalaman ( panca indra )
• Maksimalkan atau optimalisasi pengindraan dengan pengalaman di lapangan
• Sinkronisasi pikiran
• Indera ke enam di aktifkan
• Action / Moment
Tacit : Yang tersirat (Bisa ditarik kalau dapat mengikuti)
Explent : yang tersirat
Hidup dengan kejelasan
Tujuan :
Untuk menajdi seseorang yang berorientasi pada tujuan, maka lakukanlah dalam hidup anda langkah- langkah sebagai berikut:
• Tetapkan tujuan akhir, misalnya: hidup yang bahagia, sehat, ter jamin secara ekonomi dan sejahtera
• Tentukan langkah langkah kecil untuk mencapai tujuan tersebut, misalnya menyelesaikan studi, bekerja selama 5 tahun, lalu membuka usaha.
• Perhatikan setiap kemajuan yang sudah tercapai, misalnya melakukan evaluasi lalu berevolusi, pindah usaha, merekrut manager, memperbaiki proses produksi
• Saat dapat mencapai goal, rayakanlah bersama karyawan dan keluarga
• Pikirkan tujuan tujuan baru yang lebih menantang.

3. Dahulukan hal yang utama
Jadikanlah kebiasaan ini berkaitan dengan sikap yang mengedepankan Prioritas.
Bisa membedakan Urgent & Penting
Urgent → Situasi yang mendesak
Penting → Membutuhkan perhatian yang besar

4. Berfikir menang menang , win-win
Berwirausaha pada dasarnya adalah berupaya untuk memenangkan kehidupan

5. Memahami untuk dipahami
• Memiliki keterbukaan (open mind) untuk mendengarkan dan tidak cepat cepat menolak, berargumentasi, atau melawan atas apa yang didengar dari pihak lain
• Kebiasaan mendengarkan dan memikirkannya
• Ada usaha menempatkan diri kita pada posisi orang lain.

6. Sinergi (1+1 > 2)
• Harus mencari sinergi, yaitu suatu total yang lebih besar dari penjumlahan elemen elemen tunggalnya.
• Sinergi yang efektif sangat bergantung pada komunikasi
• Mendengar → Merespon → Kooperatif
7.Menajamkan ketahanan, fleksibilitas, dan kekuatan
-Upaya:
• Berikan makanan pada jiwa (Spiritual), hidup yang seimbang, lakukan meditasi, bacalah buku buku self help yang membangkitkan semangat / dengarkan musik yang menggairahkan.
• Jangan pernah takut menghadapi kesalahan kecil
8. Tentukan keunikan pribadi dan bantulah orang lain menemukannya
Dari perilaku efektif menjadi luar biasa mulailah dengan menemukan atau mengenali potensi diri pada empat elemen: Pikiran, tubuh, hati, jiwa.


Bab V
Konsep Risiko
Difinisi Resiko
• Ketidakpastian (uncertainty)
• Konsekuensi yang memunculkan dampak yang merugikan
• Resiko dan pengambilan keputusan Bisnis
• Hubungan antara : Risk, Risiko, Rizki, Rejeki.

Motivasi pengmbilan risiko
• Menginginkan pengembalian yang sepadan
 Mampu mengkalkulasi resiko
• Kepepet
 Tidak mampu mengkalkulasi resiko
 Tidak tahu resiko yang dihadapi

Macam macam resiko
1. Tinggi → Valas
2. Moderat → Wirausaha
3. Rendah → Tabungan

Jenis jenis resiko dalam Bisnis
• Risiko Murni
 Risiko hilang/ rusaknya asset yang dimiliki
 Kecelakaan kerja
 Risiko akibat tuntutan hokum
 Risiko Operasional lainya
 Bencana Alam (Force Majure)
• Risiko Spekulatif
 Resiko Perubahan harga
* Perubahan harga Input
* Perubahan Harga Ouput
• Resiko Kredit

Bentuk kerugian akibat resiko
• Kerugian langsung
o Nominal yang harus ditanggung akibat dampak langsung risiko yang terjadi
• Kerugian tidak langsung
o Kemungkinan Sales/ Profit yang gagal diterima
o Munculnya biaya operasional tambahan
o Kesempatan investasi yang hilang
o Kerugian lainnya.

Bagaimana Mengkalkulasi resiko
• Tentukan seberapa sering resiko terjadi
• Contoh: resiko terjadi pencurian barang dagangan
• Frekuensinya : 1 bulan 5 kali
• Dampak: Dalam setiap kejadian rata rata kerugian yang ditanggung Rp. 300.000
• Kemungkinan prediksi kerugian 5 x Rp. 300.000 = Rp. 1.500.000

Pengolahan Resiko
• Mulai dari resiko yang memiliki kemungkinan prediksi kerugian terbesar (prinsip Pareto
• Pilihan strategi pengolahan
 Dikontrol supaya resiko resiko tidak muncul, missal: SOP, Quality Control
 Ditransfer kepada pihak lain, missal: Konsumen, Suplier, dan asuransi
 Dibiayai sendiri, dibuat cadangan dana untuk membiayai jika resiko terjadi.

Tips & Trik
Bagaimana Menghadapi Resiko ?
• Perlu dipahami bahwa resiko tidak untuk menjadi penghambat untuk maju. Resiko harus diambil sebagai konsekuensi menginginkan sesuatu yang lebih baik (Keberhasilan).
• Identifikasi resiko apa yang berpotensi muncul dalam Bisnis
• Identifikasi seberapa sering resiko tersebut muncul
• Identifikasi seberapa besar dampak dari resiko yang muncul
• Siapkan langkah langkah mitigasi risiko hanya pada risiko yang dominant/ prioritas.


Bab VI
Kepemimpinan
Kepemimpinan Awal
Teori kepemimpinana awal berfokus pada pemimpin (teori cirri) dan cara pemimpin berinteraksi dengan anggota kelompok (teori Perilaku).

6 Ciri terkait kepemimpinan yang efektif
Macam Macam gaya kepemimpinan
• Gaya Demokratis : gaya demokratis melibatkan bawahan delegasi, wewenang, mendorong, partisipasi.
• Gaya Otokratis : mendiktekan metode kerja, membatasi partisipasi
• Gaya Laissez faire: memberikan kebebasan kepada kelompok untuk membuat keputusan

Kepemimpinan Transformasional : Pemimpin yang memberi Inspirasi untuk bertindak melebihi kepentingan pribadi demi organisasi
Kepemimpinan Transaksional : Pemimpin yang membimbing atau memotivasi pengikutnya menuju sasaran yang ditetapkan dengan member jelas/ persyarat tugas.
Pemimpin Kharismatik : Pemimpin yang antusias dan percaya diri yang berkepribadian dan tindakannya mempengaruhi orang untuk berprilaku dengan cara tertentu.
Pemimpin Visioner : Pemimpin yang melampaui Kharisma karena kemampuannya menciptakan dan menyatakan visis yang realistis layak dipercaya dan menarik mengenai masa depan.

Perilaku pemimpin yang Efektif
• Memberikan contoh kepada para karyawan
• Menciptakan suatu tatanan nilai dan keyakinan bagi para karyawan dan dengan bergairah mengejarnya
• Memfokuskan upaya para karyawannya terhadpa tujuan yang menantang dan terus mengarahkan mereka kepada tujuan tersebut
•Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan karyawan untuk mencapai tujuan mereka
• Menghargai dan mendukung karyawan
• Berkomunikasi dengan para karyawan
• Menghargai keragaman pekerja
• Merayakan keberhasilan para pekerja
• Mendorong kreativitas di antara para pekeja
• Mempertahankan selera humor
• Menatap terus masa depan.

Friday, October 8, 2010

PEMBUBARAN KOPERASI
Bagian Pertama
Cara pembubaran Koperasi
Pasal 46.
Pembubaran Koperasi dapat dilakukan berdasarkan:
a. Keputusan Rapat Anggota, atau
b. Keputusan Pemerintah
Pasal 47.

(1) Keputusan pembubaran oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 huruf b dilakukan apabila:
a. Terdapat bukti bahwa Koperasi yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan Undang – undang ini;
b. Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan;
c. Kelangsungan hidupnya tidak dapat lagi diharapkan.

(2) Keputusan pembubaran Koperasi oleh Pemerintah dikeluarkan dalam waktu paling lambat 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal diterimannya surat pemberitahuan rencana pembubaran tersebut oleh koperasi yang bersangkutan.
(3) Dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) bulan sejak tanggal penerimaan pemberitahuan, Koperasi yang bersangkutan berhak mengajukan keberatan.
(4) Keputusan Pemerintah mengenai diterima atau ditolaknya keberatan atas rencana pembubarab diberikan paling lambat 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimannya pernyataan keberatan tersebut.

Pasal 48.
Ketentuan mengenai pembubaran Koperasi oleh Pemerintah dan tata cara pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 47, diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 49.
(1) Keputusan pembubaran Koperasi oleh Rapat Anggota diberitahukan secara tertulis oleh Kuasa Rapat Anggota kepada:
a. Semua kreditor,
b. Pemerintah.
(2) Pemberitahuan kepada semua kreditor dilakukan oleh Pemerintah, dalam hal pembubaran tersebut berlangsung berdasarkan keputusan Pemerintah.
(3) Selama pemberitahuan pembubaran Koperasi belum ditrima oleh kreditor, maka pembubaran Koperasi belum berlaku baginya.

Pasal 50.
Dalam pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 49 disebutkan:
a. Nama dan alamat Penyelesai, dan
b. Ketentuan bahwa semua kreditor dapat mengajukan tagihan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sesudah tanggal diterimanya surat pemberitahuan pembubaran.

Bagian Kedua
Penyelesai
Pasal 51.
Untuk kepentingan kreditor dan para anggota Kopersai, terhadap pembubaran Koperasi dilakukan penyelesaian pembubaran yang selanjutnya disebut penyelesai.

Pasal 52.
(1) Penyelesaian dilakukan oleh penyelesai pembubaran yang selanjutnya disebut penyelesai.
(2) Untuk penyelesaian berdasarkan Keputusan Rapat Anggota, penyelesai ditunjuk oleh Rapat Anggota.
(3) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan Pemerintah, Penyelesai ditunjuk oleh Pemerintah.
(4) Selama dalam proses penyelesaian, Koperasi tersebut tetap ada dengan sebutan “Koperasi dalam penyelesaian”.

Pasal 53.
(1) Penyelesaian segera dilaksanakan setelah dikeluarkan keputusan pembubaran Koperasi.
(2) Penyelesai bertanggung jawab kepada Kuasa Rapat Anggota dalam hal Penyelesai ditunjuk oleh Rapat Anggota dan kepada Pemerintah dalam hal Penyelesai ditunjuk oleh Pemerintah.

Pasal 54.
Penyelesai mempunyai hak, wewenang, dan kewajiban sebagia berikut:
a. Melakukan segala perbuatan hokum untuk dan atas nama “Koperasi dalam penyelesaian”;
b. Mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan;
c. Memanggil pengurus, anggota dan bekas anggota terteuntu yang diperlukan, baik sendiri – sendiri maupun bersama – sama;
d. Memperoleh, memeriksa, dan menggunakan segala catatan dan arsip Koperasi;
e. Menetapkan dan melaksanakan segala kewajiban pembayaran yang didahulukan dari pembayaran hutang lainnya;
f. Menggunakan sisa kekayaan Koperasi untuk menyelesaikan sisa kewajiban Koperasi;
g. Membagikan sisa hasil penyelesaian kepada anggota;
h. Membuat berita acara penyelesaian.

Pasal 55.
Dalam hal terjadi pembubaran Koperasi, anggota hanya menanggung kerugian sebatas simpanan pokok, simpanan wajib dan modal penyertaan yang dimilikinya.


Bagian Ketiga
Hapusnya Setatus Badan Hukum

Pasal 56.
(1) Pemerintah mengumumkan pembubaran Koperasi dalam Berita Negara Repubilk Indonesia.
(2) Status badan hokum Koperasi hapus sejak tanggal pengumuman pembubaran Koperasi tersebut dalam Berita Negara Republik Indonesia.

BAB XI
LEMBAGA GERAKAN KOPERASI

Pasal 57.
(1) Koperasi secara bersama – sama mendirikan satu organisasi tunggal yang berfungsi sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan dan bertindak sebagai pembawa aspirasi Koperasi.
(2) Organisasi ini berasaskan Pacasila.
(3) Nama, tujuan, susunan, dan tata kerja organisasi diatur dalam Anggaran Dasar organisasi yang bersangkutan.

Pasal 58.
(1) Organisasi tersebut melakukan kegiatan:
a. Memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi Koperasi;
b. Meningkatkan kesadaran berkoperasi dikalangan masyarakat;
c. Melakukan pendidikan perkoperasian bagi anggota dan masyarakat;
d. Mengembangkan kerjasama antakoperasi dengan badan usaha lain, baik pada tingkat nasional dan internasional.

(2) Untuk melakukan kegiatan tersebut, Koperasi secara bersama – sama, menghimpun dana Koperasi.

Pasal 59.
Organisasi yang dibentuk sebagaimana dimaksud dalam pasal 57 ayat (1) disahkan oleh Pemerintah.
1.Rumus peyimpan
Simpanan anggota A/total simp seluruh anggota x shu peyimpan
2.Rumus peminjam
Jasa pinjaman anggota/ total jasa simpan pinjaman sel anggota x Shu peminjam
3.Rumus jasa barang
Total jasa barang anggota/ total jasa barang seluruh anggota x shu jasa barang
4.Bunga simpanan sukarela

Simpanan sukarela /total simpanan seluruh anggota x bunga simpanan sukarela
Cara ngituung shu modal sendiri
1.Laba rugi

2.Pembagian shu
- Anggota % x SHU bersih
- Cadangan % x SHU bersih
- Dana2 % x SHU bersih

3. Anggota
- Penyimpan % x pendapatan dari shu anggota
- Peminjam % x pendapatan dari shu anggota
- Pengguna jasa % x pendapatan dari shu anggota

4. Total simpanan anggota A :
- Simpanan pokok
- Simpanan wajib
- Simpanan lain lain

5. Pembagian untuk anggota A :
- Peyimpan
- Peminjam
- Jasa barang
- Total pendapatan anggota A??

Friday, September 3, 2010

Akebi

Proses Costing
- Fifo
Dik :

Arus Unit
- Persediaan awal ?
- Dalam proses bln ini ?

Barang selesai
- Dari barang proses Awal ?
- Barang selesai bln ini ?
- Barang Dlm proses akhir ?

a. UNEQ

Biaya bahan baku :
- Barang dlm proses awal ?
- Barang selesai bln Ini ?
- Barang dlm proses ?

Biaya konversi :
- Barang dlm proses Awal tingkat konversi x Persediaan awal =
- Barang yg selesai tingkat konversi x jumlah unit =
-Barang dlm proses =

Total Uneq

b. Arus Biaya
- Biaya awal total ?
- Periode berjalan

Biaya BB, total biaya, UNEQ, Biaya/prod
- BBB
- BTKL
- FOH

• Total biaya ? b + ttl biaya

c. Pertanggung Jwb biaya
- Alokasi u/ brng dlm proses awal ?
- Alokasi biya tambahan utk bop awal :
- Bahan baku awal unit x %
- BTKL Unit x % uneq
- FOH Unit x % uneq

d. Alokasi Biaya u/ barang dlm proses
- Alokasi biya tambahan utk bop awal :
- Bahan baku awal unit x %
- BTKL Unit x % uneq
- FOH Unit x % uneq

Rata- rata
- Produk dlm proses awal
- Biaya bb dlm proses
- Selesai & di transfer
- Produk dlm proses

• Unsur biaya, Jlh Biaya, Periode berjalan, Total biaya, UNEQ, Biaya/unit
• Cari Uneq % x Unit selesao x% + Unit sisa
• Harga pokok produk selesai Unit selesai x biaya/ unit
• Harga pokok persediaan produk dlm proses

- BBB % x Unit Sisia x Uneq

JOC

1. Biaya Bahan baku untuk pemesanan
2. Biaya Tenaga kerja langsung
3. BOP yang dibebankan
4. BOP sesungguhnya
5. Selisih BOP : sesungguhnya – yang dibebankan (under/over)
6. Rincian ikhtisar Biaya

Biaya bahan baku :
Biaya tenaga kerja Langsung :
Biaya Overhead PB :
COM / COGM :
Selisih BOP : apabila under ditambah, apabila over dikurangi
COM/COGM/COGS :
Laba yang dinginkan :
Harga jual :

Friday, April 2, 2010

Vividsem of ius ER

PLANT DESIGN & SERVICE

1) INSTALATION
(a) Ventilation
(b) Illumination
(c) Air condition
2) PLANT SERVICE
(a) Power
(b) Steam
(c) Air
(d) Water
3) SAFETY & HYGIENS
4) MAINTENANCE

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LINGKUNGAN KERJA

1. Kebersihan/Kesehatan
2. Keamanan/Keselamatan
3. Tata letak
4. Penerangan
5. Ventilasi
6. Warna ( Perasaan,Dorongan,Cahaya,Suasana)
7. Kegaduhan

Pengantar PRODUCTION,PLANING,CONTROL (PPC)
Perencanaan pengendalian produksi Merupakan salah satu fungsi manajemen yang menyangkut masalah perencanaan dan pengendalian suatu kerja ,dimana ditetapkan terlebih dahulu 3H 1H (apa,bagaimana,dimana,siapa,kapan,persiapan apa)

Tujuan :
Ø Berusaha agar penjualan dapat ditingkatkan dengan cara :penyediaan barang jadi selesar pada waktunya.
Ø Berusaha agar tingkat produksi tetap dapat dipertahankan pada suatu tingkat tertentu dengan cara proses produksi yang efektif dalam penggunaan peralatan dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Ø Dengan cara mempertinggi inventory turnover baik persediaan bahan setengan jadi ,bahan baku dan barang jadi
Ø Berusaha agar dapat meningkatkan hasil produksi dengan cara menghindari kekeliruan yang dapat terjadi antara perencanaan dan pelaksanaan.

Tujuan utama PPC adalah :
Untuk merencanakan dan mengendalikan aliran bahan & barang yang tiba dan bergerak dalam suatu proses dan akhirnya keluar dari suatu sistem produksi,

Production planing :
Hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan suatu kerja untuk kemudian mengaturnya agar pekerjaan tersebut dapat bekerja dengan lancar dan ekonomis.

Fungsi
Ø Mengakomodir kebutuhan baik bahan baku setengah jadi atau barang jadi sesuai dengan permintaan dimasa akan datang.
Ø Merencanakan tahap pelaksanaan produksi sesuai dengan waktu dan design produksi yang dietapkan
Ø Merencanakan persiapan-persiapan,penyediaan formulir kartu perintah kerja.

Production control :
Adalah suatu teknik yang mengatur pengeuaran perintah kerja merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif (pekerja, mesin, peralatan, dan material) ke dalam satu aliran di mana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum ongkos terendah, dan kemungkinan waktu tercepat.

FUNGSI :
Ø Penyampaian perintah-perintah kerja pada orang yang tepat & waktu yang tepat
Ø Pengawasan & pengendalian terhadap persediaan barang,SDM,baik kualitas maupun kuantitas
Ø Mengadakan pengawasan & pengendalian terhadap peralatan & tenaga kerja dan biaya-biaya produksi.

Langkah-langkah PPC :
Ø Programing ( pentahapan )
Urutan pelaksanaan target
Ø Routing ( rute yang dilalui )
Ø Sceduling ( penjadwalan )
Ø Preparing ( persiapan prinsip optimasi dan analisa )
Ø Dispatching
Ø Follow up ( report,record,evaluation)

MAINTENANCE
Ø Adalah salah satu bentuk kegiatan manajemen operasional yang menyangkut persoalan sehari-hari dalam hal menjaga dan menjamin agar seluruh perlengkapan secara phsycal plant tetap berada dalam kondisi yang baik dan selau siap dipakai beroperasi.
Ø Suatu proses pemeliharaan & perawatan terhadap semua perlengkapan pabrik yang meliputi

PELAKSANAAN,PERENCANAAN,PENGENDALIAN

Jenis-jenis maintenance
Ø Preventif maintenance
Dilakukan untuk mencegah kerusakan ( mesin,alat-alat)

Ø Longterm maintenance
Dilakukan untuk mencegah kerusakan yang dibuat secara otomatis atau semi otomatis untuk suatu jangka waktu yang relatif panjang.

Ø Routing maintenance
Dilakukan secara rutin atau terus menerus seperti merapihkan dan membersihkan

Ø Repair Work
Perlu untuk memperbaiki kerusakan –kerusakan yang terjadi baik yang kecil maupun yang besar.

Ø Correcting maintenance
Pengerkaan maintenance yang merupakan koreksi perbaikan kerusakan yang telah terjadi.

Ø Predicting maintenance
Cara preventif yang relatif baru yang menggunakan alat-alat peka

Ø Planned maintenance
Pengorganisasian pekerjaan maintenance yang didasarkan perencanaan & control

Ø Running maintenance
Proses maintenance yang dilakukan ketika mesin sedang bejalan

Ø Breakdown maintenance
Dilakukan setelah terjadi kerusakan mesin tapi masih termasuk dalam planing ( Turun mesin )

Ø Shutdown maintenance
Maintenance yang dilakukan ketika mesin berhenti

Ø Emergency maintenance
Terpaksa dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusaan yang tidak terduga
( klarifikasi maintenance )

Klarifikasi maintenance
I. Preventive maintenance
II. Overhaul
III. Repair/renew
IV. Maintenance scheduling

PLANT LAYOUT
Setelah seleasi memilih & menentukan Plant Location tahap selanjutnya adalah mengatur tataletak ruangan yg akan d gunakan dalam perusahaan untuk memperoses suatu produk. Hal ini di kenal dengan plant layout.
- Arti plant layout menurut Ir. Thung Dji Lee :
“plant layout sama dengan tata ruang, artinya segala usaha yang mencakup peyusunan – penyusunan yang bersifat fisik mengenai perlrngkapan dan Alat alat Industri

- Menurut Horold T. Amrine CS :
“The Layout of a plant is visual presentation of the arrangement of the physical facilities for the manufacture of the pdoduct

- Menurut Ellwood S Buffa :
“plant layout is the integrating phase of the design of a production system the basic objectives of layout is to develop a system fhat meet requirements of capacity and quality in the most economical way

- Menurut Ir. Rusli Sjarif, Cs :
“Plant layout adalah suatu perencanaan lantai untuk menentukan dan menyusun fasilitas fasilitas fisik untuk membuat produk”

Maksud dan tujuan Plant Layout :
1. Meningkatkan pelayanan bagi pelanggan
a. Cepat dan dipercaya
b. Mutu lebih baik
2. Mengurangi biaya produksi
a. Biaya material handling
b. Biaya tenaga kerja (buruh)
c. Biaya over hand
d. Biaya scrap dan waste
3. Mempercepat perputaran uang
a. Pengunaan tenaga fisik berkurang
b. Kecelakaan kecelakaan berkurang
c. Kondisi kerja lebih baik
d. Kebanggan timbul

Factor factor pertmbangan dalam perencanaan pant layout :
1. Bahan (Material)
2. Mesin (Machine)
3. Orang (Man)
4. Pemindahan (Movement)
5. Menunggu (Delay)
6. Pelayanan (Service)
7. Gudang (Building)
8. Perubahan perubahan (Change)

Macam macam type layout yang di pergunakan oleh pabrik /perusahaan secara garis besar dapat d golongkan sebagai berikut:

1. Layout by Proses : didalam layout ini di adakan pengelompokan pengelompokan atau grup grup terhadap kegiatan kegiatan yang sama : seperti alat alat yang mempunyai type, jenis / fungsi yang sama dikelompokkan dala satu kelompok, dan penggunaanya tidak terlalu dalam urutan yang sama

- Kelebihan kelebihan Layot by process :
1. Mesin mesin yang dipergunakan biasanya loebih dari satu macam pekerjaan (general purpose machine)
2. Macam barang yang di buat relative banyak jenisnya
3. Dapet melayani order order (pesanan pesanan)
4. Tipa tiap orang dapat mudah bekerja secara kuhusus (spesialisasi)
5. Kalau mesin satu macet dapt d gunakan maesin yang lain.

- Kelemahan Layout by process :
1. Material handing cost tinggi karena tidak bisa dipergunakan alat material handling seperti power conveyour/hoist.
2. Tidakterdapatnya aliran /flowyang pasti sebab sulit untuk menentukan routing & scheduling
3. Koordinasi pekerjaan memerlukan ketelitian
4. Biasa menimbulkan penumpukan material dan hasil hasil di bagian tertentu
5. Memerlukan lebih banyak control

2. Layout by product : disini alat alat/ mesin mesin dan fasilitas produksi diatur menurut urutan urutan urutan (sequences) dari proses yang di butuhkan untuk menghasilkan suatu produk atau tiap kegiatan diletakkan secara berurutan menurut jalannya process produksi.

- Kebaikan layout by product :
1. Adanya flow tertentu / pasti
2. Material handling berkurang, hemat waktu dan tenaga.
3. Macam pekerjaan relative sedikit
4. Inspeksi terbatas
5. Koordinasi pekerjaan lebih sederhana

- Kelemahan layout by product :
1. Penggunaan mesin lebih banyak sehingga investasi lebih besar
2. Kurang fleksibel dalam membuat produk
3. Kerusakan mesin satu menggangu montinuitas pekerjaan
4. Maintenance cost relative besar
5. Jumlah produk yang dibuat harus cukup lebuh banyak.

3. Layout by Fixed position : dalam layout ini kegiatan kegiatan produksi diarahkan pada satu pusat yang tidak dapat dipindahpindahkan sehingga semua peralatam, material, mesin dan para pekerja di datangkan ketempat tersebut.

- Kebaikan layout by Fixed Position
1. Pengangkutan bahan setengah jadi relative kecil (sedikit)
2. Pekerja yang pandai terlatih (ahli) mudah dapat dipindah pindahkan.
3. Contol pekerja lebih mudah
4. Pekerjaan dapat lebih mudah di sesuaikan dengan selera konsumen
5. Tidak dibutuhkan parapekerja yang yang pandai (ahli)

- Kelemahan layout by Fixed Position
1. Sukar mendapatkan tenaga ahli (skill)
2. Unsure waktu sangat sulit diatasi terutama pada waktu pesanan banyak.
3. Peralatan besar dan berat sangat sukar dipindahkan pindahkan
4. Kadang sulit memenuhi permintaan yg bersifat ekstrim
5. Biaya transportasi relative tinggi

Langkah langkah penyusunan Layout yang baik :
1. Rencanakan overall-nya, kemudian detainya
2. Rencanakan idealnya, kemudian praktisnya
3. Ikut tahap tahap penyusunannya berikut waktu waktu overlap-nya sebagai berikut :

o Location

o Overall layout

o Detailed layout

o Installation

4. Rencanakan proses / mesin berdasarkan bahan bahan

Product and specification + Quantity and Rate of Production =>machiney (macam & jumlah)

5. Rencanakan layout berdasarkan proses /mesin

Mesin + factor Faktor pertimbangan lainnya => Layout

6. Rencanakan gedung di sekelilingnya

7. Rencanakan dengan bantuan gambar (visual)

8. Rencanakan dengan bantuan lainnya : model template

9. Cek layout ini

10. Yakinkan kebaikan layout ini agar dapat di jual/ di terapkan


OBJECTIVES OR PURCHASING FUNCTION/ MATERIAL MANAGEMEN.

To obtain the right materilals, in the right quantity, for delivery at the right time and right place, from the right source, with the right service and the right price.

- Tujuan utama pengendalian persedian adalah agar perusahaan selalu mempunyai persedian dengan jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat dan dalam waktu sfesifikasi atau mutu yang telah ditentukan, sehingga jalannya perusahaan jangan sampai terganggu.

- Usaha utuk mencapai tujua tersebut tidak terlepas dari prinsip prinsip ekonomi yaitu jangan sampai biaya biaya yang harus dikeluarkan pengadaan tersebut (seperti biaya, penyimpanan dan sebagainya.) menjadi tinggi

- Biaya tersebut perlu diperhatikan karena biaya penimpana akan bertambah dengan bertambah banyaknya persediaan, sedangkan biaya pembelian relative akan menurun dengan bertambahnya jumlah pembelian.

Langkah langkah usaha pengendalian penyedian persediaan:

1. Menetapkan system penyedian persediaan :

a. Sistem persediaan pola ideal dapat d gunakan apabila :
o Barangnya mudah di dapat
o Pembelian dapat dilakukan setiap saat dalam jumlah yang di kehendaki
o Penggunaan rata² tidak berfluktuasi
b. System persediaan dengan ukuran order tetap (fixed order size) dapat d gunakan bila :
o Pemesanan / pembelian persediaan selalu di lakukan apabila jumlah persediaan telah mencapai ringkat titik persdiaan kembali (reorder point)
o Jumlah pembelian selalu sejumlah yan paling ekonomis (persedian maksimum – persedian keamanan)
o Jarak waktu antara dua pemesanan tidak sama (t1 = t2)
c. Sistempersediaan dengan jarak waktu tetap (fixed interval order) dapat di gunakan bila :
o Waktu pembelian telah tertentu (di tetapkan jadwalnya)
o Jarak waktu antara pemesanan selalu sama (t1 = t2)
o Jumlah yg dipesan / di beli setiapkali tidak sama
o Tidak ada titik pemesanan kembali tetapi ada waktu reorder

2. Menentukan jumlah persediaan
a. Perusahaan, intuisi , feeling
b. Pendekatan kuantitatif

3. Menetapkan admisnistarasi persediaan
Pemilihan metode harus didasari daru hal hal :
1. Sifat dan kualitas produk
2. Keadaan gudang
3. Kesediaan modal
4. Keaadaan pasar
5. Jiwa kewirausahaan
6. Keberaniaan pengusaha

Salah satu cara untuk membeli jumlah yang paling ekonommis adalah dengan menghitung dan menggunakan rumus sbb :

JPE = 2 x JK x BP / HBU x BPD
JPE = jumlah pesanan ekonomis
JK = jumlah kebutuhan
BP = Biaya pemesanan
HBU = Harga bahan perunit
BPD = biaya persediaan

Untuk menentukan jumlah pesanan ekonomis harus d ketahui factor factor sebagai berikut :

1. Jumlah kebutuhan bahan untuk satu periode 2
2. Harga satuan bahan
3. Biaya pemesanan untuk sekalo pesanan
4. Biaya persediaan yang meliputi biaya bunga peyusutan bunga, penyusutan administrasi, asuransi, personil.

Menentukan waktu atau saat pemesanan (order/ reorder point) yang harus diperhatikan ialah waktu atau kapan pesanan akan dilakaukan. Masalah ini di pengaruhi oleh :

1. Waktu yang dipeerlukan untuk pengiriman atau penyerahan bahan
2. Tingkat pemakaian persediaan
3. Persediaan pengamanan (safety stock)

Jadi saat atau waktu pemesanan tidak dinyatakan dalam hari. Tanggal atau waktu lainnya tetapi dinyatakan dalam jumlah persediaan tertentu yang ada digudang padasaat persediaan mencapai jumlah tertentu maka pesanan dilakukan

Untuk itu untuk mengetahui saat pemesanan harus duketahui dengan pasti menganai lead time dan pola pemakaian bahan kedua hal ini akan bervariasi (berubah ubah) dengan akibat akibat sebagai berikut :

1. Jika lead time atau jumlah pemakaian lebih kecil daripada yang diperkirakan semula maka bahan yang dipesan akan tiba sebelum persediaan yang ada habis digunakan sehingga biaya persediaan akan naik.

2. Jika sebaliknya maka kekurangan atau kehabisan bahan akan terjadi dengan akibat-akibatnya berupa pengeluaran biaya-biaya tambahan sehubungan tidak mengadakan persediaan yang cukup.

3. Jika angka pemakaian dan lead time rata-rata digunakan untuk menentukan saat pemesanan maka kasus kelebihan dan kekurangan persediaan akan dialami pada pesanan-pesanan lainnya.

Frekuensi pemesanan dalam satu tahun = JK / JPE
Biaya pemesanan tahunan = JK x BP / JPE
Jumlah persediaan rata-rata = JPE / 2
Biaya persediaan tahunan = HBU x BPD x JPE/ 2Biaya total persediaan / pengadaan tahunan = JK x BP / JPE = HBU x BPD x JPE/ 2

Rumus order
SP= PG + JPM atau JPLT + JST

SP = saat pemesanan
PG = persediaan yang ada di gudang
JPM = jumlah pemakaian
JPLT = jumlah pemakaian selama lead time
JST = jumlah safety stock

Rumus safety stock
JST = SP- JPLT
JST = PMx – JPE

PMx = persediaan maximum
JPE = jumlah pesanan ekonomi